Hallo #sahabatSAPA Apakabar?
Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya, dikelilingi oleh kebaikan, dilancarkan segala aktifitasnya, diberikan kesehatan serta panjang umur Aamiin YRA.
Salam sapa, salam kemanusiaan! Hari ini kami dari relawan SAPA mengunjungi kediaman Abah Abon usia 54 tahun yang berada di wilayah kabupaten Garut pedagang asongan tanpa kedua tangan tanpa kecemasan langkah demi langkah beliau berdoâa agar aktifitasnya dipermudah serta dagangannya laris manis.

30 tahun sudah Abah membiasakan diri tanpa kedua tangannya! Dulu beliau bekerja di tempat kilang padi atau kalau dikampungnya disebut juga sebagai heleran beras. Dengan upah yang sangat minim. Saat itu ditengah teriknya matahari abah memikul padi yang akan dimasukan ke penggilingan, namun sebelum memasukan padi mesin untuk menggiling padi tersebut harus dinyalakan karena kebetulan dihari itu baru pelanggan pertama jadi mesin masih belum nyala.
Naas, ketika dinyalakan karet yang terhubung ke mesin macet, namun saat dipegang oleh tangan kanan tiba-tiba normal kembali sehingga saat itu abah terseret. Saat mau menyelamatkan tangan kanannya abah menopang dengan tangan kiri, namun kedua tangannya malah tersangkut dan saat itu tidak ada siapa siapa sehingga tanggannya tergiling di roda besar mesin kilang padi yang mengakibatkan tangan kanannya putus di tempat, sedangkan tangan kirinya dilakukan tindakan amputasi di RS Cilandak Bandung yang kini dikenal RSUP Dr.Hasan Sadikin Kota Bandung/RSHS Bandung.

Sejak itu beliau sempat putus asa, hampir 3 tahun beliau tidak keluar rumah karena sempat minder dengan keadaannya tersebut bahkan saat kejadian tersebut Abah sedang mengandung anak yang ke 2 dan usia kandungannya memasuki usia 7 bulan.
Di tahun pertama abah langsung bertanya kepada sang istri, barangkali mau mencari lagi laki-laki lain karena takutnya Abah menjadi beban seumur hidup, namun jawaban sang istri selama 3 tahun berjalan tetap sama.
âMamah, kalo mau pergi naksi aja takutnya bapa akan jadi beban seumur hidup dan tidak bisa membahagiakan anak istriâ ~Ujar Abah

âmamah mah Ikhlas ridho pa, kan kejadian begitu juga sedang ihtiar buat anak istri masa udah begini mau ditinggalin yang penting mah bapa semangat lagi buat bahagiain anak istri dengan kerja apapunâ~ujar sang istri
Alhamdulillah ditahun ke 4 saya nyoba dagang asongan seperti sekarang, mungkin sudah 25 tahun lebih dagang begini. Cuma abah kalo jualan suka suruh ngambil sendiri bahkan uang kembalianpun suruh ambil sendiri di kantong yang sudah disediakan.

Kadang-kadang abah juga suka berfikiran ngerepotin pedagang lainnya, kalo mau shalat atau makan dan minum saat dagang minta dibantuin buat di suapin atau segala hal dibantu, akan tetapi mereka juga justru menjadi support ke 2 selain dari anak istri.
Keinginan abah selama ini ialah memiliki modal yang cukup untuk buka warung agar nantinya bisa menabung untuk bisa pergi ke tanah suci Makkah al Madiinah, namun apa daya disaat beberapa tahun terakhir penghasilannya semakin menurun hanya mampu pengumpulkan laba Rp.30.000,- sampai dengan Rp50.000,- perhari. Jaman sekarang uang segitu jangankan bisa buat nabung untuk sehari-hari saja dicukup-cukupi.

#sahabatsapa, mari dukung perjuangan Abah agar cita-cita dan harapannya perlahan terwujud! Mari berbagi kebaikan dengan cara:
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
5. Dapatkan laporan melalui email
Tak hanya berdonasi secara materi, #sahabatsapa juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak lagi tangan-tangan malaikat mengiringi perjuangan mereka.

Terimakasih #sahabatSAPA