TUBUH KIAN BUNGKUK!! Bantu Kakek Penjual Pisang Berjuang Menyambung Hidup

TUBUH KIAN BUNGKUK!! Bantu Kakek Penjual Pisang Berjuang Menyambung Hidup

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
31 hari lagi
BANTU ABAH MAMI!!
Terakhir diperbarui pada 04 February 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TUBUH RINGKIH DAN BUNGKUK!! Bantu Kakek Penjual Pisang Berjuang Demi Bertahan Hidup

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 February 2026

Di usia 80 tahun, seharusnya seseorang menikmati pagi dengan tenang. Duduk di teras rumah, minum teh hangat, bercengkerama dengan keluarga. Namun kenyataan itu tidak pernah benar-benar dimiliki oleh Abah Mami.

 

 

Setiap hari, dengan tubuh yang semakin renta, Abah masih memanggul dagangan pisang dan daun pisang. Langkahnya tertatih, punggungnya menahan nyeri, pendengarannya tak lagi sempurna. Ia berjualan bukan karena ingin, tapi karena kalau tidak berjualan… Abah dan istrinya tidak makan.

 

 

Sering kali dagangannya tak laku. Sering kali Abah pulang dengan tangan kosong. Dan sering kali, makan hari itu hanya bisa terwujud karena kebaikan tetangga.

Rumah yang mereka tempati pun bukan milik sendiri. Mereka hanya menumpang dan Jauh dari kata layak. Bahkan untuk kamar mandi pun, Abah harus berjalan ke masjid atau ke rumah tetangga.

 

 

“Kalau jualan sampai malam dan nggak ada ongkos pulang… Abah tidur di masjid,”

ucapnya lirih, seolah itu hal biasa. Padahal, itu sangat tidak biasa bagi seseorang seusianya.

Istri Abah pun ikut menua dalam keterbatasan. Kakinya sering sakit saat cuaca dingin, membuatnya sulit berdiri lama. Dua orang lansia, saling menguatkan, bertahan dengan tubuh yang sama-sama lelah.

 

 

Di tengah rasa sakit, di tengah keterbatasan, Abah tidak menyerah, Ia tetap berjalan, Tetap berjualan, Tetap bertahan. Bukan karena hidupnya mudah, tapi karena ia tidak punya pilihan lain.

 

 

Kisah Abah Mami bukan sekadar tentang kemiskinan. Ini tentang masa tua yang seharusnya dimuliakan, tapi justru dipaksa bertahan. Tentang pasangan lansia yang hanya ingin hidup lebih layak, tanpa harus mengandalkan belas kasihan setiap hari.

Hari Ini, Kita Bisa Jadi Harapan Mereka, Donasi yang kamu berikan bukan sekadar angka.

Ia bisa menjadi:

 

- Makan yang lebih layak

- Tempat tinggal yang lebih manusiawi

- Biaya berobat untuk tubuh yang semakin rapuh

- Dan yang terpenting: rasa aman di sisa usia mereka

 

Mari bersama, kita bantu Abah Mami menjalani masa tua dengan lebih tenang dan hidup lebih layak.

Mari bantu Abah dengan cara :

 

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

 

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

 

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia

 

Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.