Di usia 80 tahun, seharusnya seseorang menikmati pagi dengan tenang. Duduk di teras rumah, minum teh hangat, bercengkerama dengan keluarga. Namun kenyataan itu tidak pernah benar-benar dimiliki oleh Abah Mami.

Setiap hari, dengan tubuh yang semakin renta, Abah masih memanggul dagangan pisang dan daun pisang. Langkahnya tertatih, punggungnya menahan nyeri, pendengarannya tak lagi sempurna. Ia berjualan bukan karena ingin, tapi karena kalau tidak berjualan… Abah dan istrinya tidak makan.

Sering kali dagangannya tak laku. Sering kali Abah pulang dengan tangan kosong. Dan sering kali, makan hari itu hanya bisa terwujud karena kebaikan tetangga.
Rumah yang mereka tempati pun bukan milik sendiri. Mereka hanya menumpang dan Jauh dari kata layak. Bahkan untuk kamar mandi pun, Abah harus berjalan ke masjid atau ke rumah tetangga.

“Kalau jualan sampai malam dan nggak ada ongkos pulang… Abah tidur di masjid,”
ucapnya lirih, seolah itu hal biasa. Padahal, itu sangat tidak biasa bagi seseorang seusianya.
Istri Abah pun ikut menua dalam keterbatasan. Kakinya sering sakit saat cuaca dingin, membuatnya sulit berdiri lama. Dua orang lansia, saling menguatkan, bertahan dengan tubuh yang sama-sama lelah.

Di tengah rasa sakit, di tengah keterbatasan, Abah tidak menyerah, Ia tetap berjalan, Tetap berjualan, Tetap bertahan. Bukan karena hidupnya mudah, tapi karena ia tidak punya pilihan lain.

Kisah Abah Mami bukan sekadar tentang kemiskinan. Ini tentang masa tua yang seharusnya dimuliakan, tapi justru dipaksa bertahan. Tentang pasangan lansia yang hanya ingin hidup lebih layak, tanpa harus mengandalkan belas kasihan setiap hari.
Hari Ini, Kita Bisa Jadi Harapan Mereka, Donasi yang kamu berikan bukan sekadar angka.
Ia bisa menjadi:
- Makan yang lebih layak
- Tempat tinggal yang lebih manusiawi
- Biaya berobat untuk tubuh yang semakin rapuh
- Dan yang terpenting: rasa aman di sisa usia mereka
Mari bersama, kita bantu Abah Mami menjalani masa tua dengan lebih tenang dan hidup lebih layak.
Mari bantu Abah dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.
