Soleh (25) terlahir dengan kondisi disabilitas, ia ditinggal orangtuanya dari bayi. Dengan segala keterbatasannya ia diadopsi sepasang lansia yang belum memiliki anak. Meskipun tak ada ikatan darah, Abah Yusup (60) membesarkan Soleh dengan penuh cinta.
Namun secara ekonomi masih sangat kekurangan. Istrinya abah Yusup meninggal saat mengurus Soleh, akhirnya abah lah yang mengurus seorang diri. Hingga usianya 24 tahun, Soleh tak pernah mengenal orang tuanya. Tadinya Soleh hanya dititip, tapi orangtua kandungnya tak pernah kembali mengambilnya.
Jauh dalam lubuk hatinya, Soleh ingin seperti anak normal lainnya. Ingin pergi ke sekolah, punya banyak teman. Kenyataannya pahit, Soleh tak pernah mengenyam pendidikan apalagi punya teman, tak ada satupun.
Sehari-hari Soleh ikut abah jualan Jagung Manis. Ia dipapah untuk sampai ke tempat pangkalan jualan jagung. Meski gak banyak yang abah hasilkan, apalagi jagung adanya musiman. Dalam sehari abah bisa menjual 10-15 kilo yang mana ia hanya mengambil untung 1rb/kilonya, karena abah hanya kuat bawa 20 kilo.
"Kadang abah ga bawa uang sama sekali, soalnya kasian ke Soleh kalau terlalu lama abah bawa jualan, panas, hujan..tapi kalau abah tinggal sendiri di rumah kontrakan abah takut soleh kenapa napa" - Abah Yusup.
Teman baik, kita bantu perjuangan Abah Yusup untuk terus mengurus Soleh yuk, sedikit dari kita berarti banyak untuk abah bisa bertahan.