Di bawah terik matahari, Abah Adang (75 tahun) melangkah perlahan menyusuri jalanan. Setiap langkahnya penuh harapan sederhana agar hari ini ada yang mau mengisi korek gas atau memperbaikinya, supaya Abah bisa makan.

Di tengah zaman serba modern, profesi seperti Abah hampir punah. Kini, kebanyakan orang lebih memilih membeli korek gas baru daripada mengisi ulang atau memperbaikinya. Begitu juga yang menjual jasa seperti Abah, sudah jarang sekali ada.
Sudah delapan tahun Abah menggantungkan hidupnya dari pengisian korek gas. Dengan penghasilan seribu rupiah untuk isi gas, dan tiga ribu rupiah jika sekalian diganti batu apinya, Abah berjuang demi sesuap nasi. Tak ada jaminan di hari tua, Abah hidup sebatang kara dan harus berjalan berkilo-kilometer setiap hari demi mencari pelanggan.

Mari kita bantu Abah Adang agar bisa memiliki usaha yang lebih layak.
Dari uluran tangan kamu, Abah bisa mendapatkan kehidupan yang lebih tenang di masa tuanyaâ¤ï¸
