Bu Hasanah, 42 tahun, telah berjuang melawan penyakit serius sejak tahun 2017. Berawal dari benjolan kecil di area wajah, ia harus menjalani operasi, kemoterapi, dan radiasi selama bertahun-tahun. Meski sempat membaik, perjuangannya kembali terhenti saat ia mengorbankan pengobatan demi merawat suaminya yang terserang stroke. Keputusan itu membuat kondisinya semakin memburuk, hingga luka bekas operasi kembali terbuka dan terus mengeluarkan cairan serta darah.

Pada tahun 2023, Bu Hasanah kembali menjalani dua operasi besar, termasuk pengangkatan tulang rahang yang membuat bagian pipinya berlubang hingga terlihat dari luar. Luka tersebut ditutup dengan kulit kepala, namun hingga kini belum pulih. Rasa nyeri, panas, dan gatal sering menyerang hingga membuatnya sulit tidur dan menangis kesakitan. Aktivitas sederhana seperti makan pun menjadi tantangan besar baginya.
Kini, Bu Hasanah tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia dan seorang anak yang masih membutuhkan perhatian. Sang ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh kuli genteng berupah Rp30.000 per hari, itupun tidak setiap hari. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan seadanya, sementara biaya pengobatan, perawatan luka, dan transportasi ke rumah sakit harus terus dipenuhi.

Hari ini, Bu Hasanah sangat membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan akan digunakan untuk biaya transportasi berobat ke RSHS Bandung serta kebutuhan perawatan luka harian agar infeksi tidak semakin parah. Dengan bantuan Anda, Bu Hasanah bisa mendapatkan perawatan yang layak, dan sang ibu tidak harus memikul semua beban sendirian. Sekecil apa pun bantuan Anda, sangat berarti untuk menjaga harapan dan kehidupan mereka tetap bertahan.