Bu Ningsih kini hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur. Kista akut yang dideritanya membuat perut terus membesar, menekan organ dalam hingga napasnya semakin sesak. Untuk bertahan, setiap tarikan napasnya harus dibantu oksigen, sementara rasa sakit membuatnya tak lagi mampu bergerak atau beraktivitas.

Di sisi lain, sang suami setia mendampingi dengan hati penuh kecemasan. Ia hanyalah buruh pencari rumput untuk ternak domba milik tetangga, dengan penghasilan yang sangat terbatas dan tidak menentu. Demi membawa istrinya berobat, ia terpaksa berutang ke sana kemari, meski tahu utang itu semakin menumpuk.

Dokter menyarankan penanganan lanjutan hingga tindakan operasi agar nyawa Bu Ningsih dapat tertolong. Namun biaya pengobatan dan operasi menjadi beban berat yang sulit mereka pikul. Setiap hari, keluarga kecil ini dihadapkan pada pilihan pahit antara kebutuhan hidup, cicilan utang, dan biaya medis yang tak bisa ditunda.

Melalui halaman ini, kami mengajak Insan Baik untuk hadir dalam perjuangan Bu Ningsih. Uluran tangan Anda akan membantu biaya pengobatan, operasi, serta kebutuhan sehari-hari selama masa perawatan. Sedikit kebaikan dari kita, insyaAllah menjadi harapan besar agar Bu Ningsih bisa kembali bernapas tanpa sesak dan mendapatkan kesempatan untuk sembuh.