Sudah 25 tahun Pondok Yatim dan Dhuafa Darut Taqwa berdiri menjadi tempat berlindung bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Di tempat sederhana inilah mereka belajar mengaji, berdoa, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Namun kini, kondisi bangunan pondok tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian bersama.

Atap-atap pondok banyak yang lapuk dan sering bocor saat hujan turun. Dinding-dindingnya pun mulai rapuh dimakan usia. Ketika hujan datang, anak-anak terpaksa belajar dan beristirahat dengan kondisi seadanya, sementara air menetes dari atap yang bocor. Pondok yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman, kini penuh kekhawatiran.

Pondok ini dikelola oleh Bapak A. Oman, yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online. Dengan penghasilan yang tidak menentu—kadang hanya sekitar Rp25.000–Rp30.000 per hari—beliau tetap berjuang menjaga keberlangsungan pondok dan mendampingi anak-anak. Dalam keterbatasan tersebut, kebutuhan makan anak-anak sering kali hanya terpenuhi dengan mi instan, singkong, dan makanan seadanya.

Meski hidup dalam serba kekurangan, semangat anak-anak di Pondok Yatim dan Dhuafa Darut Taqwa tidak pernah padam. Mereka tetap belajar, mengaji, dan berdoa dengan penuh keteguhan hati. Harapan mereka sederhana: memiliki tempat belajar yang layak dan makanan yang cukup untuk menjalani hari.
Mari bersama-sama menguatkan Pondok Yatim dan Dhuafa Darut Taqwa. Setiap uluran tangan Anda sangat berarti untuk memperbaiki bangunan yang lapuk dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.