Remaja 15 Tahun Jual Opak Demi Ibu Sakit dan Nenek Lumpuh

Remaja 15 Tahun Jual Opak Demi Ibu Sakit dan Nenek Lumpuh

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
hari lagi
Donasi Sekarang
Terakhir diperbarui pada 04 February 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Bocah Jualan Kerupuk Opak Keliling Demi Sekolah dan Keluarganya

Deskripsi

14 January 2026

“Di usia 15 tahun, Melinda bukan sibuk belajar… tapi sibuk memastikan keluarganya tidak kelaparan hari ini.”

 

Bayangkan, seorang gadis kecil yang seharusnya menikmati masa remajanya dengan belajar dan bermain, justru harus memikul beban hidup yang begitu berat. Itulah kenyataan pahit yang dijalani Melinda setiap hari.

Sejak usia 4 tahun, Melinda sudah kehilangan sosok ayah. Sang ayah pergi meninggalkan mereka tanpa kabar hingga kini. Sejak saat itu, keluarga kecil ini hanya bergantung pada ibunya yang sakit, dan kini seluruh beban itu bertumpu di pundak Melinda yang masih remaja.

Pagi-pagi buta, sebelum mengenakan seragam sekolah, tangan mungil Melinda sudah sibuk mengaduk adonan opak di dapur sempit. Dari tungku tua dan wadah seadanya, ia menyiapkan dagangan yang menjadi satu-satunya harapan keluarga. Usai sekolah, bukannya tertawa riang bersama teman, Melinda justru melangkah menyusuri jalanan kampung dengan kantong plastik berisi opak.

Setiap opak yang terjual hanya memberinya Rp10.000–20.000. Uang itu harus dibagi untuk membeli beras, obat-obatan bagi ibu dan neneknya, serta bekal sekolah untuk adiknya, Nanda. Jumlah yang jelas tak cukup untuk menutup kebutuhan mereka sehari-hari.

“Kalau aku berhenti, siapa lagi yang akan bantu keluarga?” bisik Melinda dengan lirih, menahan air mata.

 

Ibu Melinda, Bu Komala, menderita epilepsi sejak lahir. Kondisinya makin rapuh dan kini, ia hanya bisa pasrah dengan sakitnya. Sementara sang nenek lumpuh sejak kecelakaan setahun lalu, sehingga tak bisa lagi berjalan.

Mereka tinggal di gubuk reyot berdinding anyaman bambu, dengan lantai lapuk dan atap bocor. Setiap kali hujan turun, air merembes ke dalam rumah, membuat malam-malam mereka penuh ketakutan.

“Kadang saya takut rumah ini roboh menimpa kami… tapi kami tak punya tempat lain untuk pergi,” lirih Bu Komala dengan mata berkaca-kaca.

 

Meski cibiran teman sering ia terima karena berjualan, Melinda tetap tegar. Baginya, rasa malu bukanlah hal penting dibandingkan dengan perut keluarganya yang harus terisi. Namun di balik ketegarannya, Melinda hanya punya satu harapan sederhana:

bisa terus sekolah, agar kelak ia memiliki kehidupan yang lebih baik dan mampu membahagiakan ibu, nenek, serta adiknya.

 

“Kalau ada rezeki, aku ingin tetap bisa sekolah sampai lulus. Biar nanti bisa punya pekerjaan lebih baik dan bisa bahagiain ibu, nenek, sama adik…” ucap Melinda penuh harap.

 

Insan Baik, sejak kecil Melinda sudah kehilangan ayah, dan kini ia harus menjadi tulang punggung keluarga di usia belia. Di balik senyum tipisnya, tersimpan luka, tangis, dan doa yang tak pernah padam.

Mari jadi bagian dari perjuangan Melinda menyelamatkan keluarganya sekaligus mewujudkan mimpinya untuk terus bersekolah.

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.