Setiap hari, Abah Ahmad Sanusi masih memikul dagangannya—lap dan tutup panci—berkeliling demi satu tujuan sederhana: keluarganya bisa makan dan cucu-cucunya tetap sekolah. Di rumah, istrinya membantu dengan berjualan dodol. Saat ada waktu, Abah ikut membantu packing dodol, meski tubuhnya sudah lelah.
Penghasilan Abah tidak menentu. Paling besar sekitar Rp50.000, dan sering kali hanya Rp20.000 per hari—itu pun tidak setiap hari. Ironisnya, sebagian besar uang itu habis untuk ongkos pulang-pergi Rp24.000. Tak jarang, sisa yang dibawa pulang nyaris tak ada.
Abah memiliki tanggungan berat: tiga cucu yang masih sekolah dan seorang anak bungsu berkebutuhan khusus. Kebutuhan mereka tidak bisa ditunda. Saat keinginan sang anak bungsu tidak terpenuhi, ia bisa mengamuk, membuat Abah dan keluarga semakin tertekan—bukan karena tidak sayang, tetapi karena tak mampu.
Bahaya pun pernah datang. Saat berjualan, Abah pernah ditabrak mobil yang hendak berbelok. Kakinya sakit dan bengkak. Namun esoknya, Abah tetap memaksa berjualan. Bukan karena sembuh, melainkan karena jika berhenti, dapur tak akan mengepul.
“Kalau punya uang lebih, pengen belanja yang banyak buat keluarga,” ucap Abah pelan. Ia juga punya satu harapan besar: punya warung kecil agar bisa berjualan dari rumah—lebih aman, lebih stabil, dan tidak lagi mempertaruhkan nyawa di jalan.
Sahabat kebaikan, waktu dan tenaga Abah semakin terbatas. Setiap hari di jalan adalah risiko, setiap hari tanpa bantuan adalah ketidakpastian bagi keluarganya. Abah sudah berusaha sekuatnya. Kini, ia membutuhkan uluran tangan kita.
Donasimu hari ini bisa menjadi modal usaha agar Abah bisa membuka warung kecil di rumah, pemenuhan kebutuhan harian keluarga, dukungan pendidikan untuk tiga cucu, bantuan perawatan dan kebutuhan khusus untuk anak bungsu, dan mengurangi risiko Abah harus kembali berjualan keliling dalam kondisi sakit
Mari ringankan beban Abah Ahmad Sanusi sebelum keterbatasan memaksanya berhenti.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi masa depan keluarganya.
Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
