Sudah 4 tahun Abah Jari berjuang melawan tumor ganas di wajahnya.
Penyakit itu perlahan menggerogoti wajahnya hingga membuat mata dan hidungnya hilang.
Kini, untuk bernapas pun sulit… Abah sering terengah-engah, bahkan ketika tumor kambuh, darah keluar dari luka di wajahnya.
Rasa sakit itu tak terbayangkan. Tapi Abah hanya bisa menahan dan berdoa.
Meski berobat bisa ditanggung jaminan kesehatan, Abah tidak memiliki biaya untuk ongkos, akomodasi, dan kebutuhan selama di rumah sakit.
Ia hanya tinggal bersama sang istri di rumah kumuh dan berantakan, yang bahkan kini dipenuhi tikus.
Sementara anaknya, yang juga hidup dalam kesulitan, hanya bisa membantu sebisanya.
Di balik wajah yang nyaris hilang, masih tersimpan doa dan harapan kecil—agar suatu hari ada jalan bagi Abah untuk bisa berobat dan sembuh dari derita yang luar biasa ini.
Mari bantu Abah Jari agar bisa melanjutkan pengobatan dan kembali bisa bernapas tanpa rasa sakit.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti untuk menghapus air mata Abah hari ini
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.