Ringkih, Sering Terjatuh! Bantu Kakek Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup

Ringkih, Sering Terjatuh! Bantu Kakek Tukang Sol Sepatu Bertahan Hidup

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
Bantu Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 29 November 2025 21:00 WIB

Penggalang Dana

Cancer Support Kuningan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Tubuh Ringkih! Lansia Tukang Sol Sepatu Pikul Beban Berat Hingga Terjatuh

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

28 November 2025

Usia yang semakin menua bukan halangan untuk terus mencari nafkah. Dengan langkah tertatih Abah Juju harus berkeliling dengan berjalan kaki sambil memilkul barang bawaannya berharap ada orang yang akan membeli sepatu bekas miliknya atau sekedar menggunakan jasanya untuk memperbaiki sepatu yang sudah rusak.

 

Abah juju (76) sudah puluhan tahun membuka jasa sol sepatu dan menjual sepatu bekas. Itu semua ia lakukan untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Dahulu, jasa sol sepatu sangat diminati namun seiring berjalannya waktu sudah jarang orang yang menggunakan jasanya dan memilih membeli barang yang baru. Setiap hari abah akan berkeliling dari jam 8 pagi hingga sore hari, tak jarang juga abah akan berdiam di suatu tempat sambil menunggu pelanggan datang. 

Penghasilan abah dari jasa sol sepatu tidak menentu karena sudah sangat jarang ada orang yang menggunakan jasanya, hanya mendapatkan 20-25 ribu saja membuat abah bahagia karena sering sekali abah tidak mendapatkan uang sepeserpun apalagi dari jualan sepatu bekas miliknya hanya terjual 1 pasang perbulan pun abah sudah sangat bersyukur.

 

Pendapatan dari jasa abah juju tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari sehingga istrinya yang bernama mak awang harus berjualan serabi yang jika habis untung bersihnya hanya mendapatkan 30-40 ribu saja. Namun, jika masih tersisa serabi tersebut akan dibawa ke rumah untuk dimakan bersama abah. 

Sejujurnya, mak awang sangat sedih melihat abah yang harus berkeliling padahal usianya sudah tua dan kondisi fisiknya yang semakin lemah karena setiap pulang berkeliling, abah harus dipijat tubuhnya dan minum obat untuk menghilangkan sakit pada anggota tubuhnya.

 

Abah juga bercerita bahwa ia sering terjatuh saat berkeliling karena terlalu lama memikul barang bawaannya sedangkan tenaga abah sudah tidak sekuat dulu. Ia dan istrinya juga berbagi cerita sedihnya yang setiap lebaran ingin menyajikan hidangan lezat tetapi tidak memiliki uang sehingga hanya makan seadanya saja. Abah juga tak jarang harus meminjam uang kepada tetangganya untuk modal usaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bapak yang sehat, yang rajin usaha meski udah tua juga harus usaha kalo engga harus dari mana lagi, mau mengandalkan anak juga mereka punya kebutuhan masing-masing. Yang sehat yang kuat yaa pak” Lirih mak awang yang sebenarnya sangat sedih melihat suaminya harus berkeliling setiap hari. Kondisinya yang serba pas-pasan membuat abah dan istrinya memiliki keinginan membuka toko sembako kecil-kecilan agar tidak perlu berkeliling lagi mengingat usia abah yang sudah tua dan sering sakit-sakitan.

Bergitu sulit cobaan yang harus dialami oleh Abah Juju disaat usianya yang sudah tua dan kondisinya tidak sekuat dahulu ia harus terus mencari nafkah demi bisa menyambung hidupnya. Mari kita ringankan beban abah agar bisa hidup lebih baik 

Bantu Abah dengan cara : 

 

  1. Klik Donasi Sekarang
  2. Masukan Nominal Donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.