Di usia 69 tahun, Kakek Nurali harus berjualan setiap pagi, dari jam 7 hingga menjelang senja. Ia mendorong gerobak sederhana berisi roti titipan milik orang lain. Dari setiap roti yang terjual, Kakek hanya mendapat keuntungan seribu rupiah. Namun belakangan, dagangannya sepi hingga tak ada pembeli sama sekali.
Lebih menyedihkan lagi, Kakek harus menahan rasa sakit akibat saraf terjepit yang sudah 7 bulan ia derita. Tangannya gemetar saat menyuap makanan atau memegang barang, tapi ia tak punya pilihan selain tetap berjualan demi bisa makan dan membeli obat.
Di rumah kecilnya di Aceh, Kakek tinggal bersama sang istri yang buta sejak lahir dan memiliki kelainan fisik akibat kondisi genetik. Tak ada pemasukan lain, tak ada tabungan. Mereka hidup dari rupiah demi rupiah hasil dagangan yang belum tentu laku.
Harapan Kakek sederhana: ia ingin punya usaha sendiri agar bisa mendapatkan penghasilan lebih layak, dan membangun rumah yang aman serta nyaman untuk tempat mereka berdua menghabiskan sisa usia.
Mari bersama kita wujudkan impian kecil Kakek Nurali. Klik tombol Donasi Sekarang untuk membantu Kakek Nurali dan istrinya bertahan hidup dan meraih hari esok yang lebih baik.
Setiap bantuan yang kamu berikan akan menjadi cahaya bagi hari-hari Kakek dan istrinya. Satu uluran tanganmu bisa mengubah sisa hidup mereka menjadi lebih tenang, hangat, dan penuh harapan.