Di usia 82 tahun, Abah Fatah masih berkeliling menjual kerupuk. Namun sepeda yang ia dorong bukan lagi alat transportasi, melainkan penopang tubuhnya yang sudah tak kuat berjalan.
Setiap bungkus kerupuk hanya memberinya untung dua ribu rupiah. Banyak hari berlalu tanpa pembeli. Saat lapar, ia terpaksa memakan dagangannya sendiri.

Ia pernah tertabrak motor saat berjualan, namun tetap kembali ke jalan keesokan harinya. Karena di rumah, istrinya yang juga sudah renta menunggu dengan harapan sederhana: bisa makan hari itu.

Abah tidak menginginkan kemewahan. Ia hanya berharap memiliki warung kecil di depan rumah, agar tak perlu lagi mempertaruhkan nyawa berkeliling jalanan.

Hari ini, kita bisa menjadi alasan Abah dan Emak menjalani hari tua dengan lebih aman dan layak.
Donasi Anda akan membantu kebutuhan makan, kesehatan, dan harapan mereka memiliki usaha kecil yang lebih aman.