Setiap hari, Pak Sulaiman (56) berjalan menyusuri jalanan dengan tubuh yang tidak sempurna. Ia adalah penjual pisau dapur dan parutan keliling, sekaligus seorang penyandang disabilitas fisik. Dengan tongkat kayu seadanya, langkahnya tertatih—sering berhenti, sering kelelahan, dan tak jarang jatuh atau terpeleset.
Dari berjualan seharian, Pak Sulaiman hanya membawa pulang Rp25.000–Rp50.000 per hari. Itu pun bukan keuntungan penuh, karena barang dagangannya milik orang lain. Dari satu pisau, ia hanya mendapat Rp5.000. Jumlah yang nyaris tak cukup untuk makan, apalagi hidup layak.
Di rumah, ada sang istri yang setia menunggu. Istrinya adalah tuna rungu, sehingga sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Komunikasi di antara mereka pun sering terhambat, namun kasih sayang tak pernah putus. Sang istri membantu sebisanya—membuat parutan dari kaleng bekas dengan alat seadanya, menyambut Pak Sulaiman sepulang jualan, mengancingkan jaketnya, dan menyodorkan minum saat tubuh Pak Sulaiman sudah terlalu lelah.
Mereka tidak memiliki anak. Hanya berdua, saling menguatkan dalam keterbatasan.
Karena penghasilan yang minim dan tidak menentu, utang di warung menjadi jalan terakhir agar mereka bisa makan. Saat cuaca buruk, penghasilan semakin turun—bahkan kadang hanya cukup untuk ongkos ojek dan angkot.
Perjuangan Pak Sulaiman tidak berhenti di situ. Rumah yang mereka tinggali masih berupa rumah panggung dari kayu dan bilik, dengan atap bocor saat hujan dan kamar mandi dari kayu serta spanduk bekas. Akses menuju rumah sangat sulit—jalan menanjak, licin saat hujan, dan tidak bisa dilalui motor. Untuk naik ojek saja, Pak Sulaiman harus berjalan sekitar 1 kilometer lebih dulu.
Keterbatasan fisik membuat Pak Sulaiman sangat rentan di jalan. Ia pernah terserempet motor hingga terpental ke pagar, meninggalkan luka memar dan goresan di lengannya. Namun keesokan harinya, ia kembali berjalan. Bukan karena ingin, tapi karena jika berhenti, dapur tak akan mengepul.
Dulu, Pak Sulaiman hanya mengandalkan suara untuk berjualan. Tapi sering disangka pengemis. Ia tidak mau menjual belas kasihan. Ia ingin orang tahu bahwa ia bekerja dengan jujur, meski tubuhnya tidak sempurna.
Hari ini, Pak Sulaiman berada di titik yang sangat rapuh.
Tenaganya terbatas. Penghasilannya kecil. Utang menumpuk. Alat kerja pun masih meminjam dan mencicil ke saudara. Bahkan tongkat yang ia gunakan untuk berjalan bukan alat bantu yang layak.
Sahabat kebaikan, Pak Sulaiman tidak meminta dikasihani—ia hanya butuh dibantu untuk bertahan.
Donasimu hari ini bisa menjadi modal usaha agar Pak Sulaiman tidak terus bergantung pada barang orang lain, alat bantu jalan yang lebih aman, pemenuhan kebutuhan harian tanpa harus terus berutang, perbaikan tempat tinggal agar lebih layak dan aman, dukungan untuk istri Pak Sulaiman yang memiliki keterbatasan pendengaran
Setiap langkah Pak Sulaiman hari ini adalah perjuangan.
Mari kita ringankan langkah itu sebelum ia benar-benar jatuh dan tak mampu bangkit lagi.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi Pak Sulaiman dan istrinya.
Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
