Jualan Cilok Keliling, Bantu Perjuangan Abah Rusdi
Kisah abah rusdi yang sudah bertahun-tahun lamanya menjadi pedagang cilok keliling. Meski usianya sudah senja dan kondisi tubuhnya sudah renta, abah tetap semangat untuk mencari nafkah demi menyambung hidup keluarganya.

Abah rusdi setiap 2 hari sekali akan menyiapkan cilok untuk berjualan dengan dibantu oleh istrinya yang bernama mak caswiti. Abah akan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat adonan cilok sedangkan istrinya akan membantu mencetak cilok-cilok tersebut. “sekarang bikinnya cuma sedikit neng, ini juga habisnya 2 hari kalo ada sisa ya dimakan sendiri” Ucap mak caswiti.
Cilok yang sudah dicetak akan direbus diatas tungku api dengan menggunakan kayu bakar karena abah tidak punya kompor gas. Setiap pagi abah akan mencari kayu bakar ke hutan di belakang rumahnya. Kondisi rumah abah juga sangat memprihatinkan karena atapnya sudah usang sehingga apabila hujan sering bocor.

Abah berjualan cilok dari jam 06.30 pagi dan akan berkeliling ke sekolah-sekolah untuk menjajakan jualannya. Saat berjualan abah tidak mengayuh sepedanya tetapi hanya bisa mendorongnya karena sepeda abah sudah tua dan banyak kerusakan seperti remnya sudah blong dan bannya juga banyak lubang sehingga harus mengganti ban yang baru. Namun, untuk mengganti semua itu abah tidak memiliki uang yang cukup karena untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja abah masih merasa kesulitan.
Penghasilan abah dari berjualan cilok keliling sekitar 30-50 ribu itupun merupakan penghasilan kotornya. Abah memiliki 3 orang anak yang semuanya sudah menikah dan hidup terpisah dengan abah. Meski begitu abah tidak mau membebankan anak-anaknya karena kehidupan mereka juga masih kesulitan karena hanya bekerja sebagai buruh. Maka dari itu meski usianya yang sudah tidak muda lagi tetapi abah terus berusaha untuk mencari rezeki demi bisa menghidupi dirinya dan istri yang sangat ia sayangi.

Untuk menjaga ciloknya agar tetap hangat, abah masih menggunakan kayu bakar. Abah bercerita bahwa dulu ia pernah menggunakan kompor tapi karena jalannya yang tidak rata sehingga kompornya terguncang dan menyebabkan kebakaran pada gerobaknya sehingga hal itu menjadi sebuah trauma untuk abah. Ia juga bercerita jika pernah beberapa kali tertabrak motor saat berjualan tetapi penabraknya malah melarikan diri sehingga abah terjatuh dan dagangan abah berhamburan ke tengah jalan. Meski begitu tidak memadamkan semangat abah untuk terus berjualan.
Harapan abah saat ini ingin memiliki modal usaha yang cukup agar bisa mengganti sepeda dan gerobaknya menjadi lebih baik, dapat tercukupi kebutuhan sehari-harinya dan bisa membetulkan atap rumah agar tidak kebocoran saat musim hujan
#Orangbaik, begitu berat perjuangan abah rusdi ditengah kondisi tubuhnya yang sudah tua tetapi abah tetap semangat berjualan cilok keliling dengan sepeda tuanya. Mari kita bantu meringankan beban abah