Tidur Hanya Beralas Kardus di Masjid, Bantu Abah Sulaiman Hidup Lebih Layak

Tidur Hanya Beralas Kardus di Masjid, Bantu Abah Sulaiman Hidup Lebih Layak

Rp 520.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
14 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 18 November 2025 16:03 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

23 September 2025

Disaat orang tua lain di usia senjanya dipakai untuk istirahat, kakek ini masih harus berkeliling setiap harinya untuk mencari pelanggan yang ingin menggunakan jasa service payungnya demi bisa hidupi keluarga di kampung.

 

 

Abah Sulaiman seorang lansia 70 tahun penjual jasa service payung keliling di Bandung. Ia merantau dari Tasik demi bisa menghidupi istri dan cucunya di kampung. Penghasilan abah tidak seberapa dalam satu hari berkeliling. Sering kali tidak mendapat penghasilan setelah capek berjalan keliling berkilo-kilo. Paling banyak hanya mendapatkan 30 ribu dari hasil service payung.

 

Setiap harinya, setelah keliling mencari pelanggan yang ingin menggunakan jasanya, abah Sulaiman mengandalkan teras masjid sebagai tempat tidurnya. Hanya beralaskan kardus bekas tanpa selimut dan alat tidur yang memadai.

 

 

Untuk makan sehari-hari abah mengandalkan sembako pemberian orang lain untuk bertahan hidup. Jika tidak ada sama sekali, abah mengutang ke warung untuk membeli sembako kebutuhan sehari-harinya. Sering kali abah merasa sakit badan dan juga kaki karena abah memikul banyak nya barang yang harus ia bawa dan barang yang abah bawa sekitar 10 kilo setiap harinya.

 

Namun, dari penghasilan abah yang tidak seberapa, ada saja orang yang berniat jahat. Abah pernah mengalami pemalakan di jalan saat berkeliling. Abah dipalak dengan menggunakan bahasa kasar dan meminta sejumlah uang, namun abah tidak memberinya karena hasil seharian keliling pun belum tentu bisa beli makan untuk esok hari.

 

Untuk pulang ke kampung pun abah sering menundanya karena tidak memiliki ongkos. Terkadang abah berjalan jauh dahulu agar mengurangi biaya ongkos pulangnya. Harapan sederhana yang abah inginkan bisa hidup dengan layak.

 

Sobat Berdampak, diumur yang sudah lanjut usia, abah Sulaiman seharusnya bisa hidup dengan layak dan dapat berkumpul dengan keluarga tercintanya. Mari bantu abah Sulaiman dan berdonasi dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

18 November 2025
Pencairan Dana Rp 119.157

Ke Rekening Bank Mandiri *****5392 a/n AYO BERDAMPAK BERDAYA

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk santunan tunai.

Doa & Donasi Teman Peduli

Nana

01 October 2025 - 14:26
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik