Kalau kamu lihat beliau di jalan, mungkin cuma kelihatan seperti tukang cukur keliling biasa. Tas kecil di pundak.
Langkahnya pelan. Sedikit pincang. Tapi kamu nggak tahu… setiap langkah itu sebenarnya nahan sakit Karena kakinya yang patah.

Abah Yusuf, usianya sudah 60-an tahun, rambutnya sudah memutih, tapi beliau masih keliling dari gang ke gang nawarin jasa cukur rambut demi bertahan hidup. Sehari bisa jalan 10 sampai 15 kilometer.Bukan naik motor, Bukan naik sepeda tapi Jalan kaki, Padahal kakinya patah.

Penghasilan Nggak Pernah Pasti, Abah nggak punya gaji tetap.
Kalau ada yang cukur, dapat uang.
Kalau nggak ada? Ya pulang dengan tangan kosong.
Kadang sudah muter jauh, keringat basah kuyup, tapi nggak ada satu pun yang panggil. Tapi Abah tetap jalan, Karena di kampung, ada istri dan anak yang nunggu kiriman. Walau jauh, tanggung jawabnya nggak pernah berhenti.

Sekarang Abah tinggal di kontrakan kecil, bareng lima perantau lain. Jauh dari keluarga, jauh dari kenyamanan.
Pernah juga beliau kena tipu. Uang yang sudah dikumpulin hilang. Rasanya bukan cuma kehilangan uang… tapi kehilangan harapan waktu itu.

Tapi Abah gak pernah nyerah. Beliau cuma bilang,
“Selama masih bisa jalan, Abah harus kerja.” Kini Abah takut kalau suatu hari tubuhnya nggak kuat lagi buat kerja.
Kalau sudah nggak bisa jalan…
Kalau sudah nggak bisa keliling…
Gimana kirim uang ke rumah?
Di usia yang seharusnya lebih banyak istirahat, Abah masih berjuang sendirian di jalanan.
Sekarang, kita bisa jadi alasan Biar abah bisa istirahat.

Kita bisa bantu ringankan beban beliau.
Biar ada pegangan saat pelanggan lagi sepi.
Biar beliau nggak harus selalu menahan sakit demi sepeser rupiah.
Yuk, bareng-bareng kita bantu Abah Yusuf.
bantu Abah dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.