Asiyah Nur Zhevanya, atau biasa dipanggil Anya, baru berusia 3 bulan. Ia adalah anak pertama sekaligus anak tunggal yang kehadirannya begitu dinanti oleh kedua orangtuanya. Kebahagiaan itu sempat terasa sempurna, hingga hasil USG mengubah segalanya. Anya didiagnosis hidrosefalus, sebuah kondisi langka yang hanya dialami 2 dari 1.000 bayi.
Sejak lahir, cairan terus menumpuk di kepala Anya. Awalnya hanya tampak sedikit lebih besar, namun dalam sebulan terakhir kepalanya semakin membesar dan membuat Anya sering menangis keras, rewel, dan tampak kesakitan. Ia sulit menyusu langsung pada ibunya, sulit digendong saat rewel, bahkan sulit bergerak seperti bayi lain pada umumnya. Rasa tidak nyaman itu harus ia rasakan di usia yang bahkan belum genap 3 bulan.
Anya sudah menjalani satu kali operasi pengeluaran cairan di kepala dan dirawat inap di RSUD Raden Mattaher, Jambi. Namun perjuangannya belum selesai. Dokter menyampaikan bahwa Anya masih berpotensi menjalani operasi berulang, bahkan bisa seumur hidup, tergantung kondisi cairan di kepalanya. Jika tidak ditangani, kepala Anya akan terus membesar dan mengancam keselamatannya.
Di tengah perjuangan itu, kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas. Ayah Anya hanyalah penjual mainan keliling dengan penghasilan bersih sekitar Rp30.000 per hari. Ibunya sepenuhnya fokus menemani Anya, bolak-balik rumah sakit, siang dan malam. Untuk mencukupi kebutuhan obat, vitamin, dan susu khusus Anya saja, keluarga harus mengeluarkan Rp2–3 juta setiap bulan, jumlah yang terasa mustahil bagi mereka.
Setiap hari sang ayah berjualan dari pagi hingga malam, berharap mainan yang terjual cukup untuk membeli obat anaknya. Sementara sang ibu menahan lelah dan tangis, memeluk Anya yang terus rewel karena rasa sakit yang belum ia mengerti.
Saat ini, Anya dan keluarganya mengandalkan donasi dan pinjaman. Biaya satu kali operasi berkisar Rp10–30 juta, dan jumlah itu bisa kembali dibutuhkan kapan saja. Mereka tidak meminta lebih, hanya berharap Anya bisa tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Hari ini, Anya membutuhkan uluran tangan orang-orang baik.
Agar tangisnya bukan lagi karena rasa sakit,
agar kepalanya bisa diselamatkan,
dan agar ia punya kesempatan hidup yang lebih panjang.
Mari bantu Anya bertahan dan berjuang.
Setiap doa, setiap rupiah, adalah harapan untuk masa depan kecilnya.