“Air naik tiba-tiba. Rumah kami bukan lagi tempat tidur tapi perahu kecil. Pagi itu, kami cuma sempat pegang tangan anak, lalu lari ke atap…”

Desember ini, hujan ekstrem dan luapan sungai di Kalimantan Selatan mengubah hidup ribuan keluarga dalam hitungan jam. Di Kabupaten Balangan, ribuan jiwa terdampak, lebih dari 3.500 rumah terendam saat air datang begitu cepat, menyisakan atap sebagai satu-satunya yang terlihat dari permukaan air.
sekitarkaltim.id
Di Hulu Sungai Selatan (HSS), ratusan rumah rusak, puluhan keluarga kehilangan barang berharga setelah hujan deras menaikkan debit sungai dan menyapu bagian kampung mereka.
Di Tanah Bumbu, hampir 20.000 orang sekarang merasakan dingin dan lapar setelah desa-desa mereka digenangi air, keluarga terpaksa hidup di pengungsian dengan perahu sebagai alat transportasi baru mereka sehari-hari.

Ini bukan hanya angka statistik ini kisah keluarga yang kehilangan tempat tidur, peralatan dapur, buku sekolah anak, dan rasa aman. Mereka bangun setiap pagi dengan ketidakpastian apakah hari ini air akan naik lagi atau bukan.
Laporan dari BPBD menunjukkan banjir ini telah menyentuh puluhan desa di beberapa kabupaten, memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka dan menunggu bantuan datang.
Di balik setiap rumah yang tergenang ada cerita ibu yang mencuci pakaian berlumpur sambil menjelaskan pada anaknya kenapa mainannya basah, ayah yang menatap tanah tempat ia mengubur masa depan anaknya, dan yang menahan lapar di tenda pengungsian.

Sekarang mereka butuh lebih dari bantuan darurat mereka butuh harapan nyata. Bantu mereka berdiri lagi:
dukunganmu bisa bantu korban yang terdampak dan keluarga disana mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.
Klik untuk ikut berdonasi dan jadi jawaban atas doa mereka.
Karena harapan itu nyata, terutama saat kita datang untuk mereka