*"Saya ikhlas gak menikah lagi, biar bisa jaga kakak saya, sewaktu sehat kakak sayalah yang sering bantu saya dan keluarga, sekarang saya yang harus menjaga dia"* Ujar Bu Nelis
Di ujung usianya Bu Nelis tidak bisa menikmati masa tuanya, ia harus merawat sang kakak yang sudah hampir 10 tahun terbaring karena sakit stroke. Untuk kebutuhan sehari-harinya Bu Nelis hanya mengandalkan dari jualan kopi keliling di sekitar pasar.
*"Kopi... Kopi...."* Lirihnya sambil berjalan membawa termos dan kopi untuk jualannya
Setiap hari, dari siang hingga malam, Bu Nelis keliling sambil membawa termos kecil berisi kopi hangat. Usianya sudah 61 tahun, namun semangatnya mencari nafkah tidak pernah padam. Apalagi ia merupakan tulang punggung keluarga yang harus merawat dan menafkahi sang kakak.
Beliau tidak pernah merepotkan keluarganya, terutama sang anak. Kondisi perekonomian sang anak yang berprofesi sebagai juru parkir tak jauh beda dengan Bu Nelis dan merekapun sudah berkeluarga.
Satu termos hanya cukup untuk 10 gelas, kalau habis semua, ia bisa membawa pulang Rp.30ribu. Tapi sering juga, seharian jualannya tidak semua habis. Belum lagi banyak yang berhutang dan tidak membayar kopi yang dijualnya.
*"Sering banget diutangi, kalau ditagih susah, padahal segelas cuma 3ribu. Kadang kalau bawa uang ke rumah, hanya cukup beli nasi bungkus buat kakak saya saja. Saya jarang makan, yang penting kakak saya bisa makan. Kadang juga saya makan sisa, kalau makanan yang kakak saya makan gak habis"* Ujar Bu Neli
Beliau percaya, selama masih ada tenaga, ia akan terus berusaha.
Namun ditengah keterbatasan hidupnya, Bu Nelis tak lupa untuk berbagi, terutama memberikan makan kucing-kucing liar yang ia temui di pasar.
*"Dari dulu memang saya suka kucing, gak tega kalau liat kucing lapar di pasar. Dirumah pun saya melihara kucing. Mudah-mudahan dengan ngasih makan kucing liar, rezeki saya dilancarin"* Ujar Bu Nelis
Kucing-kucing yang dirawatnya dirumah bagi Bu Nelis sebagai hiburan, penghilang penat dan stress. Apalagi ia hanya tinggal berdua dengan sang kakak. Tidak ada hiburan lainnya selain kucing-kucing yang dirawatnya.
Dilubuk hatinya yang paling dalam, Bu Nelis ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan dirumahnya. Agar ia tidak berkeliling lagi dan bisa sambil merawat sang kakak dirumahnya.
Sahabat Kebaikan, begitu berat perjuangan yang sedang dihadapi oleh Bu Nelis. Seharusnya di ujung usianya beliau bisa hidup dengan layak dan tenang. Maukah sama-sama mewujudkan harapan dan membantu meringankan beban Bu Nelis?
1. Klik Donasi Sekarang
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Dapatkan Laporan via Email
*Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Bu Nelis. Selain itu akan di gunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.*