Bu Yanti, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih sekolah, kini hanya bisa terbaring lemah setelah divonis tumor otak. Awalnya, sakit yang ia rasakan hanya dianggap vertigo biasa. Namun kondisi terus memburuk hingga penglihatan dan pendengarannya menurun, kakinya melemah, dan ia harus dipasangi selang dari kepala ke perut untuk mengurangi cairan di otaknya.
Di tengah kondisi itu, suaminya yang bekerja sebagai ojek online harus membagi waktu antara mencari nafkah dan merawat istri serta ketiga anaknya. Penghasilan yang biasanya cukup untuk kebutuhan harian, kini menurun drastis. Bahkan, keluarga ini mulai kesulitan membayar kontrakan dan kebutuhan makan sehari-hari.
Dokter merekomendasikan Bu Yanti dirujuk ke Jakarta selama kurang lebih dua bulan untuk tindakan lanjutan agar tumor tidak menyebar ke organ lain. BPJS memang membantu biaya medis, namun biaya hidup selama di Jakarta menjadi kekhawatiran besar bagi keluarga kecil ini.
Harapan Bu Yanti sangat sederhana: ingin kembali sehat, bisa mengurus anak-anaknya, dan kembali membaca Qur’an seperti dulu.