Bayangkan bocah 13 tahun ini, menjajakan sapu lidi keliling, dengan langkah gontai, napas tersengal, dan mulut penuh air liur yang tak bisa ia hentikan. Bukan karena ia nakal, bukan karena ia malas, tapi karena ada selang menancap di mulutnya, satu-satunya cara ia bisa bertahan hidup.
Hawari… begitu nama anak ini, sudah 3 tahun hidup dengan selang sebagai ‘nyawanya’. Ia tak bisa lagi bicara. Untuk makan dan minum saja, ibunya harus menghaluskan makanan lalu memasukkan sedikit demi sedikit lewat jarum suntik ke selang di perutnya.
Sebelum sakit, Hawari anak yang ceria. Ia sekolah, mengaji, belajar, bermain dengan teman-temannya. Tapi semua berubah setelah penyakit misterius menyerang sebulan setelah ayahnya wafat mendadak saat bekerja sebagai buruh nelayan. Kini ia terpaksa putus sekolah dan harus membantu ibunya berjualan sapu lidi keliling demi bisa makan.
Berjalan kaki jauh keliling kampung, menjajakan sapu lidi seharga tujuh ribu rupiah sambil menahan sakit… bahkan terkadang ia menangis sepulang jualan karena diejek teman, atau karena rasa sakit yang tiba-tiba menyerang.
Ibu Hawari ingin sekali membawa anaknya berobat, tapi biaya menjadi tembok tinggi yang sulit mereka lewati. Sekali rawat inap seminggu hingga 10 hari, biaya mendampingi Hawari sangat besar bagi mereka yang hanya bisa makan dari hasil jualan sapu lidi. Selangnya juga harus diganti setiap 10 hari, dengan biaya 50-70 ribu rupiah sekali ganti.
Hawari masih punya mimpi untuk sembuh. Ia ingin sekolah lagi, ingin mengaji lagi, ingin bermain lagi dengan teman-temannya tanpa selang di mulutnya, tanpa rasa sakit yang membuatnya hanya bisa menangis diam-diam.
Sahabat dermawan, maukah kamu bantu Hawari kembali sembuh?
Sekecil apapun bantuanmu akan sangat berarti untuk pengobatan Hawari, mengganti selang yang jadi nafas hidupnya, dan menyediakan makanan bergizi agar tubuhnya tetap kuat berjuang.
Bantu Hawari hari ini. Jadilah bagian dari keajaiban untuknya. Klik tombol “Donasi Sekarang” dan kirimkan sedekah terbaikmu untuk Hawari.