Iki (21 tahun) sehari-hari ia berjualan mainan keliling. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya di rumah nenek, setelah ayahnya tidak lagi memberikan nafkah.

Dengan kondisi disabilitas pada kaki dan sakit yang sudah ia rasakan sejak kecil, Iki tetap berusaha membantu keluarga. Penghasilannya dari berjualan tidak menentu, rata-rata hanya sekitar Rp20.000 per hari, bahkan sering pulang tanpa membawa apa-apa.

Iki juga harus membantu biaya sekolah adiknya yang masih duduk di bangku SD. Sementara itu, kondisi kakinya semakin sering terasa sakit karena belum bisa berobat kembali sejak terakhir kali menjalani pengobatan saat SD.
Meski hidupnya tidak mudah, Iki memilih untuk tetap berusaha dan tidak meminta-minta.

Melalui campaign ini, kami mengajak teman-teman untuk membantu Iki.
Sedikit bantuan dari kamu, sangat berarti untuk perjalanan hidup Iki.