TUBUH BUNGKUK! Lansia Penjual Ubi Berjuang Demi Menyekolahkan Anaknya

TUBUH BUNGKUK! Lansia Penjual Ubi Berjuang Demi Menyekolahkan Anaknya

Rp 23.729.018
terkumpul dari Rp 30.000.000
260 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 12 January 2026 15:14 WIB

Penggalang Dana

Cancer Support Kuningan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 November 2025

Pagi baru saja menepi, tapi roda sepeda tua milik Abah Karsan sudah lebih dulu berputar. Di atas sadel yang mulai berkarat, Abah mengayuh pelan, membawa beberapa karung kecil berisi ubi teman setia yang menemaninya mencari rezeki. Meski punggungnya tak lagi tegap dan napasnya kadang tersengal, Abah tetap tersenyum. “Kalau nggak jualan, nanti nggak bisa makan,” katanya ringan, seolah lelah bukan hal yang pantas dikeluhkan.

 

Ubi-ubi itu Abah beli dari orang lain, lalu dijual kembali dengan untung seadanya. Sepuluh ribu per kilo, kadang laku, kadang tidak. Tapi meski hasilnya pas-pasan, Abah tak pernah mengeluh. “Jarang habis, neng… kadang ada yang beli, kadang enggak,” ucap Abah sambil menatap karungnya yang masih berat. Tapi meski begitu, esok pagi Abah tetap bangun, tetap mengayuh lagi, seolah semangatnya nggak pernah habis.

Di rumah sederhana, Siti putri bungsu Abah menunggu. Gadis kecil berusia 12 tahun yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah. Tapi karena tak ada biaya, Siti memilih membantu Abah berjualan, berharap dagangan hari itu cepat habis.Setiap kali hujan, ember-ember memenuhi rumah mereka yang bocor di sana-sini. Punggung Abah sering sakit karena kecelakaan lama, tapi ia tetap memaksa diri untuk bekerja. Semua demi satu harapan melihat Siti bisa sekolah lagi dan rumah mereka tak lagi basah setiap kali hujan turun.

Abah Karsan mungkin hanya penjual ubi keliling, tapi semangatnya lebih besar dari beban di pundaknya. Kini, Abah butuh uluran tangan kita agar mimpinya untuk hidup layak dan menyekolahkan Siti bisa terwujud. Maukah kamu membantu langkah kecil Abah hari ini?

Yuk kita bersama-sama membantu Abah Karsan. Donasi Anda akan menjadi jembatan agar Abah Karsan bisa hidup layak dan bisa menyekolahkan kembali anaknya yang putus sekolah!

 

1. Klik Donasi Sekarang

2. Masukkan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Dapatkan Laporan via Email

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Cancer Support Kuningan

12 January 2026
Pencairan Dana Rp 2.172.310

Ke Rekening Bank Central Asia ******8999 a/n Cancer Support Kuningan

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Kepada para donatur dana ini akan kami gunakan untuk santunan tunai dan paket sembako kepada abah karsan.

Doa & Donasi Teman Peduli

R. Dedeh Yeni

05 December 2025
Rp 200.000
Amin
Smg berkah rejeki utk semua
JADI#SirkelBaik

JUALAN DENGAN TUBUH BUNGKUK! Bantu Kakek Penjual Ubi Berjuang Sekolahkan Anak!

Cancer Support Kuningan
Telah mengajak 183 orang berdonasi
Rp 6.723.018

BERJUANG DENGAN TUBUH BUNGKUK! Bantu Kakek Penjual Ubi Sekolahkan Anak!

Cancer Support Kuningan
Telah mengajak 88 orang berdonasi
Rp 11.545.000