Awalnya, Fadli tak pernah menyangka. Benjolan kecil di kepalanya ia kira hanya jerawat biasa sesuatu yang akan hilang dengan sendirinya. Ia membiarkannya. Namun saat jerawat itu pecah, tumbuh lagi, pecah lagi… berulang kali. Hingga tanpa disadari, benjolan kecil itu berubah menjadi tumor besar di kepala Fadli.

Gejala itu mulai muncul sejak tahun 2019. Saat itu Fadli masih sehat, masih kuat bekerja sebagai kuli bangunan di Medan. Ia bahkan kuliah sambil bekerja, berjuang membiayai pendidikannya sekaligus membantu orang tua di kampung. Di tengah kerasnya hidup, Fadli memilih menahan sakit karena baginya, biaya berobat adalah kemewahan yang tak mampu ia miliki.

Tahun demi tahun berlalu. Tumor di kepala Fadli terus membesar. Hampir enam tahun ia hidup tanpa pengobatan medis. Hingga pada awal Agustus 2025, kondisi Fadli semakin parah. Tumor mulai pecah dan menyebabkan pendarahan hebat. Dalam kondisi pasrah, Fadli akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Deli Tua, Medan, untuk menjalani operasi darurat.

Dokter mengangkat tumor dari kepala Fadli. Sebagian kulit dari perutnya harus diambil untuk menutup area kepala yang rusak akibat tumor. Namun perjuangan Fadli belum berakhir di sana.
Setelah operasi, tumor justru kembali tumbuh kali ini di bagian telinga, kiri dan kanan. Dokter menyampaikan kabar berat: sel tumor sudah mulai menyebar. Fadli harus menjalani kemoterapi rutin awalannya dua kali seminggu, lalu berlanjut dua minggu sekali demi menghentikan penyebaran sel tumor di kepalanya.

Sayangnya, kendala terbesar Fadli bukan hanya penyakitnya, tapi biaya. Untuk berobat saja ia sudah tak mampu, apalagi untuk kemoterapi yang membutuhkan biaya operasional, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Tak jarang Fadli harus menunda pengobatan karena benar-benar tidak memiliki apa-apa.
Kini, Fadli hanya bisa berbaring dan duduk di rumah. Hari-harinya diisi dengan menahan sakit dan menatap masa depan yang terasa semakin gelap. Masa muda yang seharusnya ia jalani dengan bekerja, bermimpi, dan membangun hidup kini berganti dengan perjuangan untuk sekadar bertahan hidup.

Fadli tidak meminta lebih. Ia hanya ingin sembuh… dan kembali hidup seperti manusia pada umumnya.
Yuks Uluran tangan kita hari ini bisa menjadi harapan bagi Fadli untuk melanjutkan pengobatan dan mempertahankan hidupnya. Mari bantu Fadli dengan cara :
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Fadli Untuk Sembuh.