16 TAHUN KANKER GANAS !! Bantu Pak Adang Sembuh Demi Bisa Nafkahi Keluarga

16 TAHUN KANKER GANAS !! Bantu Pak Adang Sembuh Demi Bisa Nafkahi Keluarga

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang !
Terakhir diperbarui pada 28 February 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Kebaikan Ramadan untuk Semua

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

27 February 2026

Di sebuah rumah sederhana di Kp. Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, tinggal seorang ayah bernama Adang (49 tahun). Sejak 16 tahun lalu, Pak Adang menahan rasa sakit yang terus ia anggap sebagai “sakit biasa” demi tetap bekerja menafkahi istri dan anak-anaknya. Namun tanpa ia sadari, penyakit itu terus berkembang hingga kini divonis sebagai Malignant Neoplasm of Bone and Articular Cartilage of Limbs — kanker tulang ganas yang menyerang paha kaki kanannya.

Delapan tahun terakhir, kakinya terus membengkak hingga berukuran sangat besar. Rasa nyeri hebat kini tak hanya terasa di kakinya, tetapi juga menjalar ke paru-paru hingga membuatnya sesak napas dan jantung berdebar kencang. Saat kambuh, Pak Adang mengalami demam tinggi dan tak mampu beraktivitas selama satu hingga dua hari. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada penghasilan yang bisa ia bawa pulang.

 

Dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan bahwa kondisinya sudah sangat parah dan kemungkinan besar harus dilakukan amputasi agar penyebaran tidak semakin luas dan nyeri hebatnya bisa dihentikan. Dengan tegar Pak Adang berkata ia siap jika harus kehilangan kakinya, asalkan ia bisa bertahan hidup demi anak-anaknya. Namun biaya untuk melanjutkan pengobatan dan operasional ke Jakarta menjadi penghalang besar.

 

Sebelumnya Pak Adang pernah berobat ke Pasir Oray, Medika, hingga ke RSCM. Ia menjalani rawat jalan, tetapi biaya transportasi dari Bogor ke Jakarta yang tidak sedikit membuat pengobatan terhenti. Untuk berangkat berobat, ia bahkan menjual token listrik seharga Rp700.000 dan kini harus menyambung listrik dari orang tuanya. Ia juga terpaksa meminjam ke “bank emok” sebesar Rp4 juta, dan masih memiliki tunggakan Rp1,5 juta hingga hari ini.

Kini Pak Adang bekerja sebagai tukang rongsok, berjalan berkeliling kampung dari pagi mengumpulkan sampah plastik. Penghasilannya rata-rata hanya Rp15.000–Rp35.000 per hari. Istrinya, Ibu Sukarsih (42 tahun), meski memiliki riwayat darah tinggi dan vertigo, tetap bekerja serabutan sebagai ART demi mencukupi kebutuhan keluarga, dengan penghasilan sekitar Rp30.000–Rp50.000 per hari jika ada panggilan.

 

Mereka memiliki 6 anggota keluarga dalam satu rumah sederhana bantuan pemerintah yang kondisinya masih memprihatinkan. Air harus ditimba manual. Kompor satu-satunya tak bisa digunakan karena tabung gas dijual untuk membeli beras, sehingga kini mereka memasak menggunakan tungku kayu.

Anak kelima mereka, Atika (13 tahun), terpaksa putus sekolah sejak kelas 5 SD demi membantu menjaga adik-adiknya dan merawat ayahnya saat sakit kambuh. Ia sebenarnya ingin kembali bersekolah, namun keadaan memaksanya mengubur impian itu. Sementara adik-adiknya masih kecil dan sangat membutuhkan sosok ayah yang sehat untuk masa depan mereka.

 

Saat ini Pak Adang tidak mengonsumsi obat apa pun. Jika nyeri datang, ia hanya bisa berbaring dan berharap rasa sakit itu mereda dengan sendirinya.

 

Bapak ini tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa menjalani tindakan medis yang disarankan dokter, serta memiliki kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama demi keluarga tercinta. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:

* Biaya operasional dan transportasi pengobatan ke RSCM

* Kebutuhan medis yang tidak tercover

* Membantu kebutuhan hidup dasar selama masa pengobatan

* Modal usaha kecil (warung di rumah) agar Pak Adang tetap bisa mencari nafkah tanpa harus berjalan jauh

 

Mari bersama kita ringankan langkah Pak Adang menuju pengobatan.

Setiap donasi yang diberikan bukan hanya membantu satu orang, tetapi menjaga harapan satu keluarga agar tetap memiliki ayah yang mereka cintai.

 

Klik tombol donasi sekarang.

Mari kita bantu Abah Endang bangkit, agar tak ada lagi air mata di balik gerobak kecilnya.

 

  1. Klik Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

 

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.