Di usia 74 tahun, Abah Uju masih mendorong gerobaknya menyusuri jalanan. Di atas gerobak adalah peyeum yang ia jual untuk menyambung hidup bersama istrinya.
Abah adalah ayah dari tiga anak yang semuanya sudah berkeluarga. Namun Abah memilih tetap berjuang sendiri, karena ia tahu kehidupan anak-anaknya pun belum berkecukupan. âSelama Abah masih bisa jalan, Abah jualan saja,â begitu prinsip yang ia pegang.
Setiap hari, Abah berangkat dari rumah panggung sederhananya. Gerobaknya dititipkan di tempat penitipan di dekat tempat jualannya. Sehingga untuk menuju tempat penitipan gerobaknya, Abah harus naik ojek, lalu melanjutkan dengan angkutan umum, karena akses dari rumahnya sulit dijangkau. Untuk pulang-pergi saja, Abah harus membawa pulang setidaknya Rp60.000 agar ongkosnya tertutup.
Jika kurang dari itu, artinya Abah merugi.
Belakangan ini, dagangan Abah sepi pembeli. Tapi itu tak membuatnya berhenti. Jika peyeumnya belum banyak laku, Abah akan terus berkeliling. Ia masuk ke gang-gang sempit, menawarkan dari rumah ke rumah.
Tak jarang Abah diperlakukan tak adil. Ia pernah menerima uang palsu yang baru diketahui saat istrinya hendak berbelanja. Pernah juga seseorang membawa dagangannya dengan alasan mengambil uang ke ATMâdan tak pernah kembali. Ada pula yang membeli jauh di bawah harga seharusnya. Dari harga Rp12.000 per kilogram, ada yang hanya membayar Rp2.000 atau Rp3.000. Namun Abah tak pernah menolak. âAnggap saja sedekah,â katanya. Ia takut menolak rezeki, sekecil apa pun itu.
Gerobak yang Abah dorong setiap hari sebenarnya sudah tak layak pakai. Roda dan bannya rusak, kempes, dan tak bisa diperbaiki tanpa biaya besar. Untuk mengganti semuanya, Abah tak punya tabungan. Ia tetap mendorongnya, meski harus berhenti berkali-kali karena kaki dan tangannya sering sakit akibat terlalu lama berjalan dan menahan beban.
Abah juga tak menggunakan telepon genggam. Ia tak bisa menghubungi anaknya untuk menjemput. Waktu pulangnya pun tak menentuâtergantung laku atau tidaknya dagangan hari itu. Bahkan, sering kali ia diturunkan di jalan yang gelap dan jauh dari pemukiman karena ada pengemudi yang enggan mengantarnya sampai dekat rumah. Dengan sisa tenaga, Abah memikul dagangan yang belum habis, menyusuri jalanan gelap seorang diri.
Abah punya harapan sederhana. Jika suatu hari ada rezeki lebih, ia ingin menyewa jongko kecil untuk berjualan peyeum dan pisang. Agar ia tak perlu lagi mengeluarkan ongkos besar setiap hari. Agar ia tak perlu terus berjalan jauh mendorong gerobak rusak. Agar masa tuanya sedikit lebih ringan.
Sobat Berdampak! Di usia 74 tahun, tubuh renta Abah masih harus bertarung dengan jarak, gelap, rasa sakit, dan ketidakpastian. Bukan untuk kemewahan. Hanya untuk makan hari itu bersama istrinya.
Melalui program Semua Berhak Dirayakan, Sobat Berdampak dapat terlibat dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan sebagai bentuk perayaan bagi saudara kita yang membutuhkan. Nantinya kebaikan yang Sobat Berdampak berikan melalui program ini akan menjadi Paket Hampers, Buka Bersama, dan Paket Sembako. Karena sejatinya, setiap manusia perlu tersenyum lepas, nyaman, dan dirayakan.
Sobat Berdampak! Mari wujudkan Ramadan yang penuh dengan kebaikan melalui campaign dan program Semua Berhak Dirayakan. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.