Baru saja menjalani operasi pengangkatan tumor payudara, Ibu Andini (29) harus kembali menelan kenyataan pahit yang menghancurkan hatinya. Belum sempat tubuhnya pulih total, ia harus menyaksikan Kenzo, putra semata manganya yang baru berusia 3 tahun, menjerit kesakitan akibat Retinoblastoma (kanker mata). Satu matanya telah diangkat, namun sel kanker itu tumbuh kembali dengan jauh lebih agresif hingga membuat area wajahnya membengkak hebat.

Kondisi Kenzo kini berada di titik kritis. Dokter memperingatkan bahwa jika pengobatan dan kemoterapi intensif terhenti, sel mematikan ini akan menyebar ke organ tubuh lain dan menyerang saraf otak, yang secara langsung mengancam nyawa Kenzo. Kenzo butuh tindakan medis lanjutan segera, termasuk pengangkatan jaringan tambahan, agar kanker tidak merenggut masa depannya yang baru saja dimulai.

Di tengah rasa lemas pasca operasinya sendiri, Ibu Andini tetap memaksakan diri berjualan es lilin demi mencari recehan untuk biaya transportasi dan nutrisi Kenzo. Sementara suaminya hanyalah buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Banyak kebutuhan darurat seperti alat kesehatan khusus dan asupan nutrisi kanker yang tidak ditanggung oleh BPJS, membuat keluarga kecil ini terjepit dalam dilema antara biaya makan atau biaya nyawa anak.

Sahabat, Ibu Andini sudah cukup sabar menerima ujian yang bertubi-tubi. Kini saatnya kita tunjukkan bahwa dia tidak berjuang sendirian. Mari peluk Kenzo dengan bantuan nyata agar ia bisa terus bertahan dan melihat dunia lagi dengan ceria. Setiap rupiah yang Anda sisihkan adalah nafas baru dan harapan besar bagi kesembuhan Kenzo sebelum kankernya terlambat untuk dihentikan.