Urgent! Abah Adun Terancam Kehilangan Tempat Tinggal, Tetap Memaksa Bekerja Meski Sakit Parah
Di usia 73 tahun, Abah Adun Badrudin seharusnya sudah beristirahat. Tapi setiap hari, dengan langkah pelan dan tubuh yang lemah, Abah tetap berjalan kaki dari pagi hingga malam menawarkan jasa service payung seharga Rp10.000. Bukan karena ia kuat—melainkan karena jika berhenti, ia dan istrinya tak punya apa-apa untuk bertahan hidup.
Sudah 43 tahun Abah menjajakan jasanya. Namun kini, jasa service payung semakin sepi. Dari pagi hingga menjelang malam, sering kali tak satu pun orang menggunakan jasanya. Abah tetap berdiri, menunggu, menahan sakit di dada dan perutnya.
Istri Abah yang berusia lebih dari 60 tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan gaji Rp600.000 per bulan. Seluruh gaji itu habis untuk membayar kontrakan. Tidak tersisa untuk makan, obat, apalagi berobat.
Akibatnya, Abah dan istrinya hanya makan seadanya, bahkan sering hanya 1 kali sehari.
Sebulan lalu, Abah baru menjalani operasi katarak gratis. Sebelumnya, mata kiri Abah sudah tidak bisa melihat sama sekali. Ironisnya, pasca operasi, mata kanan Abah justru menjadi buram. Dokter menyarankan Abah istirahat total selama 3 bulan, namun belum genap sebulan Abah sudah kembali berjalan kaki mencari nafkah.
Bukan hanya matanya. Abah juga didiagnosis lemah jantung dan sakit lambung kronis. Setiap batuk, lambungnya terasa perih. Saat jantungnya berdebar keras, Abah hanya mampu mengoleskan balsem di dada dan kakinya—itulah satu-satunya cara menahan rasa sakit. Untuk obat, Abah hanya sanggup membeli Rp6.000 per strip untuk seminggu. Tidak ada pemeriksaan lanjutan. Tidak ada pengobatan layak.
Hari ini, kondisi Abah semakin genting.
Sudah 2 bulan kontrakan menunggak, dan pemilik rumah mulai menagih. Jika tidak segera dibayar, Abah dan istrinya terancam kehilangan tempat tinggal.
Anak-anak Abah sebenarnya ada, namun semuanya sudah berkeluarga dan hidup pas-pasan. Mereka ingin membantu, tapi belum mampu.
Sahabat kebaikan, Abah Adun benar-benar berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Ia sakit, penghasilannya nyaris tidak ada, dan ancaman pengusiran semakin dekat. Jika Abah dipaksa terus bekerja dalam kondisi ini, risikonya bukan sekadar kelelahan—tetapi nyawa.
Mari kita bantu sebelum terlambat.
Donasimu hari ini bisa menjadi Bantuan bayar kontrakan yang menunggak, biaya makan harian Abah dan istrinya, obat dan penunjang kesehatan agar Abah tidak terus menahan sakit, kesempatan Abah untuk benar-benar beristirahat dan memulihkan diri
Jangan biarkan Abah berjuang sendirian di usia senjanya.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti untuk menjaga hidup dan martabat Abah Adun.
Kalian dapat berdonasi dengan cara :

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan