Bayangkan di usia senja, saat seharusnya beristirahat, Emak Iteung masih harus berjibaku dengan dalam dan dinginnya lumpur sawah. Hanya demi butiran sisa padi agar bisa menyambung hidup.

Jangankan lauk pauk yang enak, bisa makan nasi garam saja sudah syukur bagi Emak. Namun yang lebih menyayat hati, rumah tempatnya bernaung kini mulai roboh dimakan usia.

Setiap hujan turun, Emak tak berani memejamkan mata. Beliau bersiap lari keluar, takut jika sewaktu-waktu atap rumah menimpanya. Di dalam rumah yang bocor itu, Emak berjuang sendirian.

Sahabat, Emak Iteung tidak ingin merepotkan siapa pun, namun tenaganya kini punya batas. Sedikit bantuan dari kita, adalah harapan besar bagi masa tua Emak.
Mari gotong royong hadirkan tempat tinggal yang aman untuk Emak Iteung.