Di usia 75 tahun, Mak Nur masih bangun jam 4 pagi untuk berjualan baju bekas di jongko bocor yang ia sewa. Bukan karena kuat tapi karena harus.

Penghasilannya hanya Rp.30.000–100.000 per hari, itu pun masih dibagi dua dengan anak yang membantunya.
Tinggal di kontrakan bocor, dengan kondisi kesehatan: diabetes, hipertensi, dan katarak beberapakali mak Nur ditipu, tapi tetap tak pernah mengeluh.
Bahkan saat dagangannya tak laku, ia masih suka memberi baju kepada mereka yang membutuhkan.

Hari ini, Mak Nur bermimpi sederhana:
punya jongko yang layak, tempat tinggal aman, dan biaya kontrol untuk kesehatan matanya.
Mari bersama wujudkan harapan Mak Nur.
Sedikit bantuan dari kita, berarti bagi beliau.
ð Klik donasi dan jadilah alasan Mak Nur bisa hidup dan melihat dunia dengan jelas