Pak Ismail, seorang lansia dhuafa berusia 46 tahun dari Kampong Kude Duson Lama. Setiap hari, di bawah terik matahari yang panas, beliau dengan tekun menjual kerupuk untuk mencari nafkah.
Pendapatannya yang hanya sekitar Rp 4.000 perhari tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bekerja demi membantu kedua orang tuanya yang sudah tua.
Pak Ismail bukan hanya menghadapi tantangan finansial, tetapi juga masalah kesehatan. Dia memiliki kondisi yang membuatnya tidak bisa lama-lama terpapar sinar matahari. Terlalu lama di bawah terik matahari bisa menyebabkan pusing hebat hingga membuatnya pingsan.
Bahkan pernah suatu kali, karena kelelahan dan pusing saat berjualan, ia terpeleset sampai-sampai jarinya terluka. Namun, Pak Ismail tidak punya pilihan lain. Setiap hari, mulai pukul 08:00 pagi hingga 17:30 sore, ia tetap berjualan mengandalkan semangat dan tekadnya yang kuat.
Pak Ismail tinggal bersama ayahnya yang sudah renta, menambah beban tanggung jawab di pundaknya. Namun, beliau tidak pernah mengeluh. Setiap hari, dengan senyum yang tegar ia terus berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menjajakan kerupuk dengan harapan bisa mendapatkan rezeki yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Cerita hidup Pak Ismail Hasan adalah cermin semangat dan keteguhan hati. Di tengah segala keterbatasan dan tantangan, beliau tetap berusaha keras untuk memenuhi tanggung jawabnya. Pengorbanannya adalah inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah, apapun rintangan yang dihadapi.
Mari kita bantu meringankan beban Pak Ismail. Di usia senjanya, beliau tetap berjuang demi keluarga meski tubuhnya sering tak kuat lagi menahan panas dan lelah. Dengan berdonasi, kamu bisa menjadi bagian dari harapan untuk kehidupan yang lebih layak bagi Pak Ismail dan ayahnya. Klik tombol donasi sekarang, sekecil apapun bantuanmu, sangat berarti untuk beliau.