Usia 13 Tahun, Rangga Jadi Tulang Punggung Orang Tua yang Sakit

Usia 13 Tahun, Rangga Jadi Tulang Punggung Orang Tua yang Sakit

Rp 120.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
28 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 14 February 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Cipta Ruang Cahaya Abadi

Komunitas/Gerakan Sosial

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 February 2026

“Hasil layangan buruan nih..tiga ribu aja” Tawar Rangga kepada temannya

 

Menawarkan layangan hasil buruan ke teman-temannya setiap sore sudah biasa Rangga lakukan sejak ibu terkena stroke. Rangga baru 13 tahun, usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar dan bermain, justru harus memanggul beban yang terlalu besar. Sejak sang ibu lumpuh akibat stroke empat tahun lalu, dan ayahnya terbaring lemah karena diabetes melitus, Rangga sadar dialah yang kini harus mengambil peran ayah di rumah.

Setiap pagi, sebelum matahari tinggi, Rangga melatih ibunya berjalan. Ibunya hanya bisa berbaring jika tidak di papah dan digerakkan, otot tubuhnya tidak mampu menopang badan. Rangga juga menemani adik kecilnya belajar di sudut rumah yang sempit. Sekolah? Sudah lama ia tinggalkan. Bukan karena malas, tapi karena tak ada lagi yang bisa menanggung biaya, dan tak ada waktu selain untuk merawat dua orang.

Meski begitu, Rangga tetap berusaha mencari cara untuk bertahan. Ia menjajakan layangan putus hasil buruannya ke teman-teman di lapangan. Demi satu layangan yang menyangkut di pohon, ia tak jarang harus memanjat dan pernah terjatuh. Kadang kalo beruntung ia berhasil menjual tiga layangan sehari, itu pun seharga 3 ribu per buah, 9 ribu rupiah itulah yang harus dibagi untuk makan dan membeli obat bagi ibunya. Kadang, Rangga lebih memilih menahan lapar, dan makan seadanya.

 

Namun di balik kelelahan itu, Rangga menyimpan keinginan sederhana. Ia ingin bisa sekolah lagi. 

“Kalau ibu sudah sembuh total, aku mau sekolah biar bisa bantu ibu lebih baik,” ucapnya lirih. Di wajah kecil itu, tersimpan tekad besar yang tak pernah padam, bahwa kemiskinan atau penderitaan bukan alasan untuk menyerah pada hidup.

Kerabat, Rangga tidak meminta banyak. Ia hanya ingin kembali ke sekolah dan melihat ibunya tersenyum tanpa rasa sakit. Yuk, bantu Rangga melanjutkan pendidikan dan meringankan beban pengobatan orang tuanya. Sekecil apa pun dukunganmu akan menjadi harapan besar bagi bocah layangan ini.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

13 February 2026 19:21
Rp 50.000
Amin
JADI#SirkelBaik