Bocah Disabilitas Penjual Cemilan Berjuang Demi Bertahan Hidup dan Raih Mimpi
Gadis tunanetra 16 tahun ini menjadi anak laki-laki saat berjualan cemilan keliling demi cita-citanya bisa bermain musik dipentas seni.
Rhianty Adella seorang anak penyandang disabilitas tunanetra sejak lahir, selama berjualan ia dipanggil Riyan jika ada yang bertanya namanya demi keamanan karena ia berjualan dengan berkeliling ditengah kondisi keterbatasan penglihatannya.
Bukan tanpa alasan, orang tua Dela sudah berpisah dan kini sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga sebagai buruh lepas pekerja rumah tangga. Jika habis, penghasilannya hanya mendapat 20-30 ribu. Tak Jarang, hanya terjual 3 bungkus saja dengan keuntungan 1-2ribu per bungkus yang membuatnya harus keliling lebih jauh hingga ke Luar Kota menggunakan Kereta Api.
Kini mereka hidup menumpang di rumah kerabatnya, status ekonomi yang pas-pasan membuat Dela harus bekerja membantu sang ibu. Sebagai penyandang disabilitas, Dela tak kalah dengan kondisi dirinya, dia anak yang punya banyak talenta terutama di bidang musik, dia bisa memainkan beberapa alat musik terutama keyboard sampai pihak sekolah pernah menyalurkan bakatnya untuk tampil.
Sayang keyboard kesayangannya harus dijual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Namun masih kuat keinginannya untuk kembali bermusik dan bermimpi ingin menjadi guru musik.
Jika ada orang baik, keinginan yang ia sampaikan adalah sesederhana ingin memiliki kembali keyboard agar dapat melanjutkan hobinya dan bertekad berkembang didunia musik tunanetra, tak putus sekolah dan modal usaha berupa toko cemilan agar Dela bisa hidup lebih baik.
#OrangBaik yuk bantu wujudkan cita dan harapan gadis disabilitas penuh talenta ini dengan berdonasi. Berapapun nominal yang disumbangkan, sangat berarti bagi Dela.