Seperti mayat hidup hampir lebih dari 20 tahun. Itulah yang dirasakan santi(29). Lumpuh, tidak merespon, tubuhnya pun tinggal tulang berbalut kulit, jangankan untuk berbicara menangis untuk meluapkan rasa sakit pun tidak bisa santi lakukan. Hanya tatapan kosong yang keluar dari matanya. Entah apa penyebab dari kemalangannya tersebut, padahal santi lahir dengan normal dan sehat seperti anak anak lainnya.

Namun saat usia Santi 9 tahun saat sedang berada disekolah, santi tiba-tiba kejang lalu tidak sadarkan diri. Kemudian sejak hari itu santi menjadi seperti saat ini, lumpuh dan bahkan tidak bisa merespon, seperti kembali menjadi bayi.
Berbagai macam cara pengobatan telah dilakukan untuk membuatnya menjadi lebih baik namun bahkan dokter pun belum bisa mendiagnosa penyakit apa yang diderita oleh santi. Dari pengobatan modern hingga tradisional. Dari obat yang paling mahal sekalipun kala itu telah diberikan untuk santi, namun tidak menunjukan perubahan ke arah yang positif.

Harta benda mulai dari rumah dan tabungan keluarga telah habis sebagai bentuk ikhtiar pengobatan, bahkan sempat keluarga ditipu oleh oknum untuk membeli obat cina yang mahal sampai jutaan rupiah kala itu, namun santi sama sekali tidak menunjukan perubahan apapun. Kondisi santi, dari hari ke hari dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan, tubuhnya bukan hanya tak bisa digerakan bahkan tangan, kaki sampai tulang punggung belakang pun pada bengkong dan kaku. Tidak bisa berbicara apa lagi, gigi nya pun rontok tak tersisa. Bahkan setiap hari santi tidak absen dari kejang. Bisa 2-3 kali kejang per hari.

Kondisi ekonomi yang semakin sulit dirasakan keluarga, menyebabkan pengobatan sudah lama terhenti. Jangankan pengobatan makan santi pun hanya mampu diberi air tajin. Ayah santi (Pak Jaja) hanya seorang ojek online dengan Motor yang seadanya bahkan sering kali mogok dijalan, dan penghasilannya tidak lebih dari 50 ribu per hari terkadang hanya membawa pulang uang hasil ngojek cuman cukup untuk membeli beras saja tanpa lauk pauk.


Keluarga berharap bisa melanjutkan pengobatan untuk santi dan memberi santi nutrisi yang layak agar kondisi nya bisa setidaknya membaik atau tidak merasakan lapar pada perutnya. Ayah santi berharap memiliki usaha yang bisa menopang kebutuhan sehari-hari dan untuk pengobatan santi kembali. Sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat berharga untuk santi dan keluarga.
