DARURAT! Bantu Bu Solimah Sembuh dari Kanker Payudara

DARURAT! Bantu Bu Solimah Sembuh dari Kanker Payudara

Rp 450.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
22 hari lagi
DONASI SEKARANG!
Terakhir diperbarui pada 06 February 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Selamatkan Nyawa Ibu Pejuang Kanker Payudara Ganas!

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

28 January 2026

Setiap hari, Bu Solimah (45 tahun) hidup dalam rasa sakit yang nyaris tak tertahankan. Kanker payudara ganas yang dideritanya telah menghancurkan kedua payudaranya. Luka terbuka, nanah bercampur darah, dan bau menyengat menjadi bagian dari hari-hari yang harus ia hadapi siang dan malam, tanpa jeda.

 

 

Dulu, semua bermula dari benjolan kecil sebesar telur di payudara kanan. Karena tak terasa sakit, Bu Solimah mengabaikannya hampir setahun. Hingga suatu hari, benjolan itu membesar, nyeri tak tertahankan mulai datang, dan tubuhnya perlahan melemah. Pemeriksaan dokter akhirnya memastikan: tumor di kedua payudara yang berkembang menjadi kanker payudara ganas (Ca Mammae).

 

 

Bu Solimah sempat menjalani kemoterapi. Terakhir, ia menyelesaikan kemoterapi ke-6 dari total 8 kali pada Juni 2025. Namun sejak itu, pengobatan terpaksa terhenti selama 6 bulan karena keterbatasan biaya. Akibatnya, kanker yang awalnya berada di payudara kanan kini telah menjalar ke payudara kiri. Kondisinya semakin parah, jaringan payudara membusuk, dan rasa sakitnya kian menyiksa.

 

 

Kini, setiap hari Bu Solimah yang merupakan seorang penjual nasi goreng ini harus mengonsumsi 4 tablet obat pereda nyeri, terutama saat malam. Namun sering kali obat itu tak mampu menahan sakit, terlebih saat terjadi pendarahan hebat. Ia hampir tak pernah tidur nyenyak.

 

 

Dua kali sehari pagi dan sore, lukanya harus dibersihkan menggunakan air infusan agar tidak infeksi. Jika terlambat atau tidak dibersihkan, nyawanya bisa terancam. Dalam kondisi lemah dan penuh rasa takut, Bu Solimah pernah berkata lirih dengan mata berkaca-kaca:

“Kalau saya meninggal, siapa yang akan mengingatkan Silvi ngaji?, Siapa yang akan membimbing shalatnya?, Sebentar lagi Ramadhan… puasanya bagaimana?”

 

 

Bu Solimah adalah seorang ibu dari dua anak. Anak bungsunya, Silvi (11 tahun), masih duduk di bangku kelas 5 SD dan masih sangat membutuhkan kehadiran seorang ibu.

Selama ini, perawatan Bu Solimah sepenuhnya dibantu oleh suaminya, Pak Khosirin. Setiap kali terjadi pendarahan, suaminya harus menyumbat luka dengan perban. Setiap hari pula, ia membersihkan luka kanker istrinya dengan tangan sendiri menahan bau, menahan ngeri, dan menahan tangis.

 

 

Untuk perawatan harian Bu Solimah saja, dibutuhkan sekitar Rp700.000 per bulan untuk air infusan, perban, sarung tangan, plester, tisu, dan obat pereda nyeri. Belum termasuk biaya kontrakan, listrik, dan biaya hidup keluarga.

BPJS yang sebelumnya digunakan pun kini tak bisa dipakai karena tunggakan iuran sekitar Rp1.000.000. Sementara untuk perjalanan berobat dari Bandung ke rumah sakit rujukan di Semarang, dibutuhkan sekitar Rp2.000.000 sekali pulang-pergi, dan itu harus dilakukan hingga 4 kali dalam sebulan.

 

Tanah, motor, perhiasan semua telah dijual demi pengobatan Bu Solimah. Bahkan hutang ke tetangga pun sudah menumpuk. Pengobatan terhenti bukan karena menyerah, tapi karena keluarga ini benar-benar kehabisan kemampuan.

Sahabat Kebaikan, setiap hari yang berlalu tanpa pengobatan adalah ancaman nyata bagi nyawa Bu Solimah. Ia masih ingin hidup. Ia masih ingin membersamai anaknya tumbuh. Ia masih ingin menjalani Ramadhan bersama keluarga.

 

Mari kita hadir sebagai harapan untuk Bu Solimah. Bantuan yang kita berikan akan digunakan untuk, melanjutkan pengobatan dan kemoterapi Bu Solimah, membantu biaya operasional ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan medis harian. Mari bersama selamatkan nyawa Bu Solimah.

 

1. Klik tombol DONASI SEKARANG;

2. Masukkan nominal donasi;

3. Pilih metode pembayaran

4.Dapatkan laporan melalui email.

 

 

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk melanjutkan pengobatan dan kemoterapi Bu Solimah, membantu biaya operasional ke rumah sakit, serta memenuhi kebutuhan medis harian dan kebutuhan hidup keluarga. Apabila terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk membantu Penerima Manfaat lainnya serta program-program di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

04 February 2026 00:16
Rp 100.000
Amin
Yohannes 15:7