Hidup Sebatang Kara! Lansia Jasa Potong Rumput Ini Rela Keliling Puluhan Kilo

Hidup Sebatang Kara! Lansia Jasa Potong Rumput Ini Rela Keliling Puluhan Kilo

Rp 90.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
7 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 29 November 2025 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Demi Nafkah, Lansia Ini Keliling Puluhan Kilo Menawarkan Jasa Potong Rumput

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 November 2025

Setiap pagi, tepat pukul 6, Abah Undang (seorang lansia pekerja keras) sudah mulai mengayuh sepedanya. Dengan tubuh renta dan tenaga yang kian terbatas, ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain hanya untuk menawarkan jasa potong rumput. Sepeda tuanya menjadi saksi perjuangan yang tak kenal lelah.

 

 

Abah Undang sudah hampir 10 tahun berkeliling mencari nafkah. Jika ada yang memesan, ia langsung mencatat alamat untuk disurvei. Namun, tak jarang ia hanya pulang dengan tangan kosong, tanpa penghasilan sepeser pun. Saat beruntung, ia bisa membawa pulang Rp100.000 – Rp200.000, tapi sering juga tak mendapatkan apa-apa. Kadang, hanya sebungkus nasi dari orang baik yang membuat perutnya terisi. Jika benar-benar tidak ada, Abah hanya bisa memasak mie instan dari sembako pemberian orang lain, atau bahkan terpaksa meminta bantuan saudaranya agar tidak kelaparan.

 

Perjuangan Abah tak berhenti di situ. Di jalanan, ia sering menghadapi bahaya. Sepedanya pernah mundur di tanjakan hingga ia terjungkir. Pernah pula rem blong saat turunan hingga kepalanya terbentur batu dan harus mendapat 32 jahitan. Berkali-kali Abah diserempet motor, bus, bahkan hingga punggungnya terbakar knalpot motor saat ditabrak. Sakit yang dideritanya tidak membuat Abah menyerah, meski sering harus memaksakan diri kembali bekerja karena tak ada yang menanggung kehidupannya.

 

 

Meski hidupnya penuh kesulitan, Abah tetap memiliki hati yang besar. Saat mendapat rezeki lebih, ia selalu membagikan makanan kepada adik, tetangga, anak jalanan, hingga pemulung. Katanya, “Daripada mubadzir, lebih baik dimakan orang lain.”

 

Kini, di usia senja, Abah hanya tinggal sendirian di kontrakan kecil seharga Rp350.000 per bulan. Tidak pernah menikah, tidak memiliki anak, ia berjuang hanya untuk dirinya sendiri. Harapannya sederhana: bisa punya modal untuk usaha kecil seperti jualan pindang di pasar, atau memiliki mesin potong tambahan agar bisa mengajak orang lain bekerja bersamanya.

 

Melihat keteguhan dan kebaikan hati Abah Undang, mari bersama-sama kita ringankan bebannya. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk mendukung kehidupannya, membayar kontrakan, serta mewujudkan harapan Abah di masa tuanya.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Agnes Masoara

21 November 2025
Rp 20.000
Amin
Panjang Umur Bapak🤲😇