Dokter itu menatap Pak Dempi dengan wajah berat.
“Banyak berdoa ya Pak. Kita tunggu keajaiban,” ucapnya pelan.
Beberapa hari sebelumnya, Viqih (8 tahun) bermain di kolam ikan bersama teman-temannya. Ia mengira yang ia pegang adalah ikan. Ternyata ular belang berbisa. Ular itu mematuk jari telunjuk tangan kirinya.
Viqih berteriak kesakitan dan berlari pulang. Wajahnya pucat. Jari telunjuk hingga ke bagian atas mulai menghitam. Orang tuanya panik dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Kondisi Viqih terus memburuk. Ia kehilangan kesadaran dan harus dirawat di PICU. Selama 6 hari, Viqih koma. Racun ular menyebar cepat.
Dokter menyarankan amputasi tangan karena racun sudah naik. Keluarga tidak sanggup menerima itu. Akhirnya dokter hanya mengamputasi jari telunjuk dan mengerok kulit tangan Viqih untuk menghentikan racun.
Masalah belum selesai. Tidak semua biaya pengobatan ditanggung BPJS. Pak Dempi terpaksa berutang ke sana kemari demi menyelamatkan anaknya.
Dokter menyarankan tindakan lanjutan. Viqih membutuhkan transplantasi kulit atau perawatan dengan gel khusus yang harus dioleskan rutin. Harga gel itu sangat mahal.
Pak Dempi hanya seorang penjual pasir. Setiap hari ia dan istrinya menyusuri sungai mencari pasir. Dalam sehari, mereka mengumpulkan 5 sampai 10 karung. Satu karung dijual Rp7.000 jika ada pembeli.
Tidak setiap hari pasir laku. Dalam sebulan, penghasilan mereka tidak sampai Rp500.000. Uang itu pun sering tidak cukup untuk makan harian.
“Makan saja kami sering kekurangan. Apalagi untuk biaya berobat anak,” kata Pak Dempi.
Sekarang, mereka bekerja dari pagi hingga malam. Pasir yang terkumpul dititipkan ke bandar. Jika ada yang terjual, barulah mereka mendapat uang. Mereka tidak punya pilihan lain.
Waktu terus berjalan. Pengobatan Viqih tidak bisa menunggu. Jika biaya tidak segera terkumpul, nyawanya terancam.
Kamu bisa membantu Viqih bertahan.
Sedikit dari kamu sangat berarti bagi keluarga kecil ini.
Bantuanmu bisa menjadi harapan hidup bagi Viqih.
Klik Donasi Sekarang;
Masukan nominal donasinya;
Pilih metode pembayaran;
Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.