Bantu Kakek Penjual Bilik Hidupi Anak-anak Yatim

Bantu Kakek Penjual Bilik Hidupi Anak-anak Yatim

Rp 80.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
27 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 12 February 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 February 2026

Di usia 75 tahun, ketika sebagian orang seusianya sudah beristirahat ditemani anak dan cucu, Abah Tibi justru masih menggantungkan hidupnya sebagai pengrajin bilik dan layangan.

 

 

Butuh empat hari bagi Abah untuk menyelesaikan satu bilik. Empat hari penuh kerja pelan-pelan, di tengah tubuh yang sesekali bergetar menahan sakit lambung. “Kalau berhenti, siapa lagi yang akan mencari makan?” katanya lirih. Kalimat itu tidak hanya menggambarkan tanggung jawab pada dirinya sendiri, tetapi pada tiga anak kecil yang kini dipanggilnya “anak.”

 

 

Mereka adalah anak yatim yang iya biayai bahkan di sekolahkan mereka datang dalam hidup Abah seperti amanah langsung dari Langit. Tidak ada hubungan darah, tidak ada kewajiban, namun Abah menerima mereka tanpa ragu.

 

Padahal penghasilan Abah jauh dari kata cukup. Dalam seminggu bahkan bisa sebulan ia hanya mendapatkan sekitar lima puluh ribu rupiah, itu pun bila biliknya terjual atau ada yang pesan. Jika tidak, ia mengandalkan layangan-layangan sederhana yang ia buat di sela waktu istirahatnya. Namun layangan pun tidak selalu laku; kadang hanya satu-dua yang dibeli anak tetangga. Tetap saja, Abah tak pernah pulang dengan tangan kosong sekecil apa pun uang yang ia dapatkan, selalu ia sisihkan untuk kebutuhan ketiga anak itu.

 

 

Dalam kesederhanaan itu, jelas terlihat bahwa pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan satu-satunya cara ia bertahan. Kesehatan Abah pun tidak selalu bersahabat. Selain asma yang membuatnya sering terengah, ia juga memiliki penyakit lambung kronis yang memaksanya sering berhenti di tengah pekerjaannya. Namun, tidak sekalipun saya melihat keluh kesah keluar dari bibirnya.

 

 

Dan mungkin, dalam diamnya, Abah menyimpan satu doa yang sama setiap hari:Semoga kekuatannya cukup untuk membesarkan mereka. Meski tubuhnya melemah, kasih sayang Abah tetap berdiri paling kokoh.

 

 

Jika kisah Abah Tibi membuat hati kamu berhenti sejenak…

Maka percayalah, kamu sudah menjadi bagian dari harapan kecil yang ia butuhkan. Abah tak pernah meminta apa-apa,

Tapi perjuangannya untuk membesarkan tiga anak yatim layak kita ringankan bersama.

 

Kamu bisa ikut membantu Abah Tibi lewat donasi sekarang. Sedikit dari kita, sangat berarti untuk kehidupan mereka. 

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Julia Zia

09 February 2026
Rp 50.000
Amin
JADI#SirkelBaik