7 tahun sudah Bu Dewi (35 tahun) menahan sakit yang terus membesar di lehernya. Tumor Tiroid yang dideritanya kini semakin terlihat dan semakin menyiksa. Ia sudah berobat dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan, namun langkah pengobatannya terhenti… bukan karena menyerah, tapi karena biaya yang tak lagi sanggup ia bayar.
Setiap hari, dengan tubuh yang menahan nyeri, Bu Dewi tetap pergi “NGONOL” mencari sisa-sisa panen kentang, wortel, dan hasil tani lain yang tertinggal di ladang. Jika diizinkan pemilik kebun, ia kumpulkan sisa panen itu lalu dijual seharga Rp2.500 per kilo. Sehari, kadang hanya dapat 5 kg. Uang itu bahkan hanya cukup untuk membeli beras. Untuk kebutuhan lain, ia terpaksa berutang.
Di tengah kondisinya yang semakin melemah, Bu Dewi juga harus merawat ibunya yang sakit gula, jantung, dan kini tak lagi bisa melihat karena katarak. Saat rasa nyeri tumornya kambuh, Bu Dewi bisa kesakitan hingga tak sadarkan diri. Namun tak ada pilihan. Ia tetap harus berdiri, demi ibunya, demi bertahan hidup.
Bu Dewi tidak meminta hidup mewah. Ia hanya ingin sembuh. Ia ingin kembali beraktivitas tanpa rasa sakit. Ia ingin bisa bekerja tanpa takut pingsan di ladang.
Hari ini, kita bisa jadi harapan untuk Bu Dewi.
Mari bersama bantu biaya pengobatan Bu Dewi agar ia bisa melanjutkan perawatan yang tertunda. Sekecil apa pun donasi yang kita berikan, sangat berarti untuk menyelamatkan satu nyawa dan meringankan beban seorang anak yang sedang berjuang merawat ibunya.
Klik donasi sekarang.
Jadilah bagian dari kesembuhan Bu Dewi.
Karena bagi Bu Dewi, bantuan dari kita bukan sekadar rupiah tapi kesempatan untuk hidup tanpa rasa sakit.