Di sebuah gang kecil di pinggiran kota, Mak Aan menjalani hari-harinya dengan tubuh renta dan luka yang terus menggerogoti wajahnya. Selama lebih dari setahun, ia menahan sakit tanpa pernah berobat bukan karena tak ingin sembuh, melainkan karena tak punya biaya. Penyakit itu kini mulai mengaburkan penglihatan mata kanannya, membuat setiap langkah terasa semakin berat.


Setiap pagi, Mak Aan berjalan pelan menuju pasar, membawa lap-lap kain dan menawarkan dagangannya dengan suara serak, “Lap, Nak… seribuan saja.” Tak jarang ia ditolak, dihindari, bahkan dipalingkan wajahnya. Namun Mak Aan tetap bertahan, meski penghasilannya hanya sekitar 15–20 ribu rupiah sehari, itu pun jika beruntung.


Yang paling menyakitkan bukan hanya luka di tubuhnya, tapi juga sikap orang-orang yang menjauh seolah ia bukan manusia. Padahal harapannya sangat sederhana: ingin sembuh, ingin diterima, dan ingin memiliki usaha kecil di rumah agar tak lagi berjalan jauh hingga pusing dan hampir tumbang.

Mari kita hadir untuk Mak Aan. Uluran tangan Anda akan membantu memenuhi kebutuhan hariannya, menjadi modal usaha kecil, serta mendukung penerima manfaat lain di bawah naungan Yayasan Lentera Pijar Kebaikan. Bersama, kita bisa mengubah luka menjadi harapan agar Mak Aan tak lagi sendirian menjalani sisa hidupnya.
Bantu Mak Aan dengan cara:
Hallo Circle Baik Alhamdulillah bantuan dari kalian telah sampai kepada Mak Aan
Selain dampingan Medis Mak Aan juga dapat santunan uang tunai dan sembako..
Alhamdulillah jadwal operasi pertama Mak Aan untuk pengambilan sample sel kanker akan dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2026.
Bismillah, mohon doanya ya semoga semuanya berjalan dengan lancar..
Terimakasih orang baik yang selalu mendukung dan mendoakan Mak Aan, Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah berkali-kali lipat Aminnn YRA
Nantikan kabar selanjutnya yaa