Di usia yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Mak Ruyati justru masih harus melangkah ke kebun setiap hari. Dengan tubuh yang semakin renta dan punggung yang kini membungkuk, Mak mencari ranting-ranting kayu yang jatuh untuk dijual demi bertahan hidup. Satu ikat kayu hanya dihargai Rp5.000. Dalam sehari, tenaganya yang kian melemah hanya mampu mengumpulkan 1-3 ikat saja. Tak jarang, kayu itu pun ia simpan untuk memasak di rumahnya sendiri.
Penghasilan yang didapat nyaris hanya cukup untuk makan. Meski hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dan anaknya telah berkeluarga serta hidup terpisah, Mak Ruyati memilih bertahan tanpa mengeluh. Ia menahan sakit dan pegal di sekujur tubuh setiap kali mengangkat kayu, bahkan mengesampingkan keinginan untuk berobat karena uangnya lebih baik digunakan membeli beras. Punggung yang dulu tegap kini semakin membungkuk, membuat aktivitas sehari-hari, bahkan sekadar tidur menjadi penuh rasa sakit.
Mak Ruyati sadar, usia tak bisa dibohongi. Tenaga itu suatu hari akan benar-benar habis. Namun di balik keterbatasannya, ia hanya punya satu harapan sederhana: bisa hidup tanpa menyusahkan anaknya, dan tetap bertahan dengan caranya sendiri.
#OrangBaik, perjuangan Mak Ruyati terlalu berat jika ia jalani sendirian. Mari ulurkan tangan kita. Setiap donasi yang kamu berikan bisa membantu Mak mendapatkan kebutuhan hidup yang layak, biaya berobat, dan hari tua yang lebih manusiawi.
Mari bantu Mak Ruyati hari ini. Sedikit dari kita, sangat berarti untuk kelangsungan hidupnya.
1. Klik Donasi Sekarang
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Dapatkan Laporan via Email
Bagikan juga halaman galang dana ini agar semakin banyak doa dan bantuan untuk Nenek Ruyati agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
