"Saya di fitnah sama tetangga, sampe diusir dari kontrakan" Ujar Pak Soni
Pak Soni, ayah dua anak, difitnah hingga diusir dari kontrakan tempat mereka berteduh. Meski kini ia sudah memperoleh kontrakan baru, beban hidup tetap berat ia harus membayar sewa sambil memenuhi kebutuhan kedua anaknya dengan pendapatan yang tidak menentu.
Dengan modal yang sangat terbatas, Pak Soni berjualan donat keliling sambil membawa kedua anaknya. Keuntungan yang hanya sekitar Rp2 ribu per donat sering kali tidak cukup, membuat mereka harus menahan lapar dan hidup serba kekurangan.
Penderitaan semakin bertambah ketika Pak Soni divonis mengidap penyakit jantung. Sering kali ia tidak membeli obat karena uang hasil jualan hanya cukup untuk membeli dua bungkus nasi. Ia lebih memilih menahan sakit daripada melihat anak-anaknya lapar. Bahkan tak jarang, mereka hanya mengandalkan biskuit pemberian orang untuk bertahan hidup.
Harapan Pak Soni sederhana: sehat agar anak-anaknya tidak kelaparan dan bisa terus sekolah hingga kuliah. Mari kita bersama-sama bantu keluarga ini:
