Setiap hari, suara langkah kaki pak Didin menjadi saksi perjuangannya menyusuri jalan. Meski tak bisa melihat sejak usia tujuh tahun karena sakit yang tak sempat diobati, semangatnya tak pernah pudar. Kini, di usia 55 tahun, beliau masih setia berjualan obat keliling sambil menawarkan jasa pijat urut untuk menyambung hidup.

Sudah lebih dari 20 tahun, Pak Didin menjadi penjual obat dan tukang pijit. Tidak ada pilihan lain baginya jika tidak bertekad siapa yang akan menjadi harapan keluarga, Pak didin tak mau terus menjadi beban keluarga. Dari hasil berjualannya, Pak Didin hanya mendapat keuntungan sekitar 30.000, Sedangkan dari jasa pijatnya, beliau tak pernah mematok harga. Kalau orang yang datang tak punya uang, ia justru mempersilakan tanpa bayaran. “Yang penting bisa bantu orang lain gak papa saya juga sering dibantu”
Dari jam delapan pagi hingga sore, bahkan kadang sampai malam, ia tetap berjalan di bawah panas dan hujan, berharap dagangannya habis agar bisa membawa pulang sedikit rezeki untuk keluarga. Dirumah ada istri dan anak anaknya yang menunggu sedikit harapan hasil jeri payah pak Didin. Namun Penghasilan yang pas-pasan sering kali membuat kebutuhan rumah tangga tak terpenuhi. Untuk membeli perlengkapan sekolah anaknya, Pak Didin terkadang harus berutang ke warung atau tetangga.

Pak Didin sangat berharap bisa merasakan dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya, tapi apa daya sampai saat ini saja di usia yang sudah semakin tua pak Didin masih harus berjuang demi sesuap nasi.
Kini, mari kita bantu meringankan langkah Pak Didin agar bisa terus berjuang tanpa harus menanggung beratnya hidup seorang diri.
bantu dengan cara :
1. Klik Donasi Sekarang
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Dapatkan Laporan via Email
Bagikan juga halaman galang dana ini agar semakin banyak doa dan bantuan untuk Pak Didin. agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
