“Kalau bukan saya yang berjuang, siapa lagi? Anak saya masih butuh makan, masih harus sekolah...”
Suara lirih itu keluar dari mulut Pak Yayan Jatmika (47), seorang ayah yang kini hanya bisa berpindah tempat dengan mengesot, setelah kejadian tragis yang mengubah hidupnya selamanya.

Dulu, Pak Yayan adalah kuli bangunan yang bekerja keras demi keluarga kecilnya. Namun suatu hari, saat sedang bekerja di atas proyek, ia tersetrum aliran listrik tegangan tinggi. Seketika tubuhnya terjatuh keras ke tanah, dan luka parah menghantam bagian kepala.

Kecelakaan itu membuat Pak Yayan kehilangan sebagian tempurung kepalanya.
Kini, separuh kepalanya tampak cekung. Ia tidak bisa lagi berjalan. Bahkan untuk berdiri saja, tubuhnya tak mampu menopang. Sejak kejadian itu, ia hidup dalam keterbatasan fisik dan rasa sakit yang terus membekas.
Namun, Pak Yayan tidak menyerah. Meski harus mengesot dengan kedua tangannya yang mulai lemah, ia tetap berkeliling menjual layangan, dari satu kampung ke kampung lainnya. Barang dagangan ia ikatkan di badan, lalu ia geser tubuhnya perlahan di jalanan berbatu, panas, atau hujan. Semua ia jalani agar Anaknya bisa tetap makan dan bisa terus sekolah.

“Saya enggak mau anak saya putus sekolah. Biar saya yang susah, asal dia bisa punya masa depan,” ucap Pak Yayan dengan suara bergetar.
Sayangnya, hasil dari berjualan layangan sering kali tak cukup. Kadang hanya cukup untuk makan hari itu. Padahal, Pak Yayan juga ingin sekali melanjutkan pengobatan untuk kondisi kepalanya yang belum pulih dan semakin sering terasa sakit.

Namun apa daya, biaya berobat bukan hal yang mampu ia jangkau. Untuk pergi ke rumah sakit pun ia harus berpikir berkali-kali. Seluruh tenaganya hanya tercurah untuk bertahan hidup dan menjaga pendidikan anaknya.
Insan Baik, Di saat banyak dari kita bisa melangkah bebas menuju tempat kerja, Pak Yayan hanya bisa mengandalkan kedua tangannya untuk mengesot di jalanan, membawa layangan dagangan yang menjadi harapan satu-satunya.
Tubuhnya mungkin terbatas, tapi semangatnya untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab tak pernah hilang. Ia rela menahan sakit dan lelah, asal anaknya bisa tetap sekolah dan tidak hidup dalam kekurangan.
Namun perjuangan sekuat apapun tetap butuh uluran tangan. Hari ini, Pak Yayan membutuhkan kita. Ia butuh pengobatan, biaya pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dan modal usaha agar tak terus mengesot sepanjang hari demi mencari rezeki.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan pak yayan, modal usaha dan biaya Pendidikan anak pak yayan. Juga akan digunakan untuk penerima manfaat dan program sosial kemanusiaan lainnya di bawah naungan Amal Baik Insani.
