Sering Sakit, Lansia Tetap Berjuang Demi Sekolahkan Cucunya

Sering Sakit, Lansia Tetap Berjuang Demi Sekolahkan Cucunya

Rp 930.000
terkumpul dari Rp 70.000.000
12 Donatur
0 hari lagi
Berikan Donasi Terbaikmu!
Terakhir diperbarui pada 14 February 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
BERDAMPAK BERDAYA II

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 January 2026

Bantu! Di Usia Senja, Mak Satisah Masih Berjuang Demi Sekolah Cucunya

 

Setiap pagi sebelum matahari terbit, Mak Satisah sudah terjaga. Tubuhnya renta, sering sakit, tapi tangannya tetap mengaduk adonan gorengan di dapur kontrakan sempit yang lembap dan bocor saat hujan. Bukan karena ia kuat, tapi karena ia tidak punya pilihan.

“Kalau gak semangat, mau minta ke siapa?”

Itulah jawabannya saat ditanya kenapa ia masih terus berjualan.

Mak Satisah, 60 tahun, hanya seorang penjual gorengan keliling. Penghasilannya tak lebih dari Rp40.000 per hari. Uang sekecil itu harus cukup untuk makan sekeluarga, membayar kontrakan, listrik, dan yang paling ia perjuangkan: biaya sekolah cucunya, Icha (5 tahun).

Icha adalah harapan terakhir Mak Satisah. Bocah kecil yang bercita-cita menjadi dokter. Setiap kali Mak Satisah hampir menyerah, bayangan Icha berseragam sekolah membuatnya kembali melangkah. Bahkan tak jarang, Icha ikut menemani neneknya berjualan—masih mengenakan seragam, tas sekolah di punggung, membantu menawarkan gorengan di tengah terik matahari.

Di rumah kecil itu, Mak Satisah bukan hanya menanggung Icha. Ia juga menghidupi anak perempuannya yang belum mendapat pekerjaan, serta satu cucu lain yang masih duduk di bangku SMK. Setiap akhir hari, saat jualan sepi, Mak Satisah hanya bisa menatap uang di tangannya sambil menahan air mata.

“Ya Allah, cukupkan rezeki hari ini, biar anak sama cucu bisa makan.”

Bayangkan, di usia ketika seharusnya ia beristirahat, Mak Satisah justru memikul beban yang terlalu berat. Jika ia jatuh sakit dan tak bisa berjualan, dari mana keluarga kecil ini akan bertahan? Dari mana biaya sekolah Icha?

 

Sobat Berdampak, waktu Mak Satisah tidak banyak, tenaganya semakin terbatas. Ia sudah berjuang sekuat yang ia bisa. Sekarang, ia membutuhkan uluran tangan kita.

 

Jangan biarkan perjuangan Mak Satisah berhenti di tengah jalan.

Mari ringankan langkahnya, sebelum terlambat. Sekecil apa pun donasimu, sangat berarti bagi Mak Satisah dan masa depan Icha.

 

Kalian dapat berdonasi dengan cara : 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Diah Siregar

27 January 2026
Rp 55.000
Amin
Bismillah berkah ya bu. Semoga bermanfaat. Semoga saya, suami dan anak dalam kandungan sehat semua aamiiinn