“Saya pingin punya kios, dan kalau bisa ngebantu teman-teman yang sama kayak saya. Karena saya tahu banget gimana rasanya… susah cari kerja.” Ucap Bu Elis
Setiap pagi, Bu Elis (47 tahun) menyiapkan bahan-bahan sederhana untuk membuat kue basah. Dengan satu tangan kirinya, ia mengukus, membungkus, dan menata kue hasil tangannya dengan penuh kesabaran. Sejak lahir, Bu Elis hidup dengan disabilitas ia hanya memiliki tangan kiri, sedangkan bagian kakinya pun sudah tidak sempurna. Bahkan kini, meski sebagian kakinya sudah tidak ada, rasa nyeri masih sering datang dan membuatnya sulit bergerak.
Namun semangat hidup Bu Elis tak pernah padam. Ia tetap berjuang untuk bertahan hidup dengan berjualan kue basah keliling.
Sayangnya, karena keterbatasan fisik dan kondisi cuaca yang sering hujan, Bu Elis tidak bisa berjualan setiap hari. Dalam sebulan, ia hanya mampu berjualan 4–5 kali. Dari hasil itu, penghasilannya hanya sekitar Rp300.000 per bulan, sementara biaya kontrakannya saja Rp400.000 per bulan.
Meski serba kekurangan, Bu Elis tetap berusaha menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk membayar kontrakan agar tetap punya tempat berteduh.
Dulu, Bu Elis tidak sendiri. Ia pernah berumah tangga selama 8 tahun. Namun pada tahun 2023, suaminya pergi entah kemana, meninggalkan Bu Elis hidup sendirian tanpa kabar hingga kini. Sejak saat itu, Bu Elis benar-benar sendiri, tanpa keluarga dan tanpa tempat bergantung.
“Pernah ada yang ngutang kue, katanya nanti dibayar... tapi sampai sekarang belum juga. Saya ikhlaskan aja, mungkin rezekinya bukan di situ,” tutur Bu Elis lirih.
Meski hidup serba terbatas, Bu Elis masih punya impian besar. Ia ingin memiliki kios kecil sendiri agar tidak perlu lagi berjualan keliling dengan kondisi tubuhnya. Lebih dari itu, impian terbesarnya adalah bisa membantu teman-teman sesama penyandang disabilitas.
“Saya pingin punya kios, dan kalau bisa ngebantu teman-teman yang sama kayak saya. Karena saya tahu banget gimana rasanya… susah cari kerja.” Ucap Bu Elis
Sahabat Kebaikan, perjuangan Bu Elis adalah bukti bahwa keterbatasan fisik tidak pernah mematikan semangat. Mari bersama membantu mewujudkan harapan Bu Elis untuk memiliki kios kecil dan hidup yang lebih layak.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup dan modal usaha Bu Elis. Jika ada kelebihan dana, akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya yang membutuhkan di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement