Bu Yeti (50) merawat ibunya yang lumpuh sejak delapan tahun lalu, berjualan ciki dan kerupuk keliling demi menutupi kebutuhan sehari-hari. Dari satu liter beras dengan modal pinjaman, ia hanya meraup keuntungan Rp 500 perak, hidup di bawah tekanan utang Rp 80 juta dan tempat tinggal memprihatinkan.
Tanpa modal yang cukup, Bu Yeti terjebak di lingkaran utang bank keliling senilai Rp 13 juta, terbebani biaya hidup dan merawat ibunya. Ia kesulitan memperoleh tempat berjualan tetap, harus berangkat pagi hingga malam, serta rentan disalahpahami dan diabaikan oleh keluarga.
Bu Yeti membutuhkan ruang warung sederhana dengan modal minim, akses pembiayaan mikro tanpa bunga tinggi, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran sehingga usahanya bisa berkembang dan bebas dari utang menjerat.
Ayo Bantu Bu Yeti!
Bergabunglah dalam program pendanaan dan pendampingan kami.