Diperbarui 03 November 2026, 06:00 WIB
“Dari Jam 4 Subuh Sampai 7 Malam, Abah Anen Berjualan Meski Tak Bisa Melihat.”
Setiap hari, saat kebanyakan orang masih terlelap, Abah Anen (62) sudah berangkat ke Stasiun Depok Lama untuk berjualan koran dan majalah Bobo. Dengan keterbatasan penglihatannya sejak usia 3 tahun, Abah tetap berjuang mencari nafkah demi istri dan anaknya. Dari pagi hingga malam, penghasilan kotor Abah hanya sekitar Rp50.000–Rp125.000. Itu pun masih harus dipotong modal dagangan dan ongkos transportasi Rp16.000. Koran yang tak terjual tidak bisa dijual kembali, sementara keuntungan dari satu majalah Bobo hanya Rp2.500. Tak jarang, saat penghasilannya sedikit, Abah terpaksa berutang ke warung agar keluarganya tetap bisa makan.
Kontrakan Menunggak, Abah Tetap Harus Berjuang Setiap Hari Di tengah keterbatasannya, Abah Anen juga harus menghadapi kenyataan pahit. Kontrakan seharga Rp500.000 per bulan sudah menunggak dua bulan dan kini memasuki bulan ketiga. Kebutuhan sehari-hari dan utang warung sering kali membuat Abah tak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.
Selama berjualan, Abah juga pernah ditipu, dihina karena kondisinya, bahkan mengalami kejadian berbahaya hingga pernah tertabrak. Meski begitu, Abah tidak menyerah. Ia punya keinginan sederhana untuk bisa berjualan kopi atau usaha kecil dari rumah, agar tetap mencari nafkah tanpa harus mempertaruhkan keselamatannya di jalan.
Yuk, bantu ringankan perjuangan Abah Anen.
Uluran tangan kita bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, meringankan tunggakan kontrakan, dan membuka kesempatan bagi Abah untuk memiliki usaha kecil yang lebih aman. Jangan biarkan Abah terus berjuang sendirian di tengah keterbatasannya.
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Barakallah