3 KALI TERTABRAK HINGGA TUBUH GEMETAR!! Bantu Lansia Penjual Keripik Demi Istri yg Sakit dan Biaya Sekolah Anak

3 KALI TERTABRAK HINGGA TUBUH GEMETAR!! Bantu Lansia Penjual Keripik Demi Istri yg Sakit dan Biaya Sekolah Anak

Rp 555.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
15 Donatur
28 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 09 September 2026 15:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

07 September 2026

Tiga Kali Tertabrak Saat Berjualan, Bantu Lansia Pejuang Nafkah


"Ya gimana lagi, kalau nggak jualan di rumah gak bisa makan, anak nggak sekolah..." , ucap pasrah tersurat oleh Lansia penjual keripik dengan tangan gemetar kencang.


Tiga kali kecelakaan akibat tertabrak kendaraan seharusnya cukup membuat seseorang berhenti berjualan di jalanan. Namun tidak bagi Pak Rahmat (74).


Meski tangan dan kakinya kini terus bergetar akibat kecelakaan yang dialaminya saat mencari nafkah beberapa tahun lalu, Pak Rahmat tetap memaksakan diri berjualan makanan ringan keliling. Bukan karena kuat, melainkan karena ia tidak memiliki pilihan lain.

Setiap pagi, Pak Rahmat kembali menyusuri jalanan dengan tubuh yang tak lagi sekuat dulu. Langkahnya sering goyah, sementara tangan yang terus bergetar membuat aktivitas sederhana yang dahulu mudah kini menjadi begitu sulit.


Dengan mata berkaca-kaca, Pak Rahmat bercerita,

"Kalau tangan lagi bergetar kuat, dagangan suka jatuh berserakan. Kadang saya juga kesulitan waktu melayani pembeli, ngambil barang saja sering gemetar. Tapi mau bagaimana lagi, kalau saya tidak jualan, keluarga saya mau makan dari mana."

Kalimat sederhana itu menggambarkan beratnya perjuangan yang harus dijalani Pak Rahmat setiap hari.

Bukan hanya kebutuhan makan yang harus beliau pikirkan. Dari hasil berjualan yang tak menentu, Pak Rahmat juga berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya, Siti (12) yang masih menjadi tanggungannya. Di tengah kondisi fisik yang terus menurun, beliau tetap ingin memastikan anaknya memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dan masa depan yang lebih baik.


Di usia senja yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Pak Rahmat justru harus terus bertahan di tengah ramainya jalanan dengan penghasilan berkisar Rp 40.000 jika sedang ramai, jika sepi tak jarang ia pulang tanpa penghasilan. Padahal kondisinya sering kehilangan keseimbangan sehingga risiko terjatuh atau mengalami kecelakaan kembali selalu mengintai. 


Perjuangan Pak Rahmat semakin berat karena di rumah ada sang istri yang tengah berjuang melawan penyakit jantung. Kondisinya yang kerap melemah membuat beliau lebih banyak terbaring dan tidak mampu membantu mencari nafkah.

Meski hidup dalam keterbatasan, Pak Rahmat tidak pernah menyerah. Dengan langkah yang tertatih dan tubuh yang terus bergetar, beliau tetap berusaha mencari rezeki demi keluarganya dan demi pendidikan anak yang masih ia perjuangkan.


Insan Baik, sampai kapan Pak Rahmat harus mempertaruhkan keselamatannya di jalan demi bisa membawa pulang sesuap nasi dan mempertahankan pendidikan anaknya?


Mari bantu Pak Rahmat agar memiliki kesempatan menjalani hari tua yang lebih layak dan mendapatkan sumber penghasilan yang lebih aman. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi harapan besar bagi Pak Rahmat dan keluarganya.

Mari bantu Abah Rahmat dengan cara :

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia

Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Abah Iing menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, Aamiin.



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

09 September 2026 10:06
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik